MADOOR (RNW) - Kredit mikro di India sedang mengalami ujian berat gara-gara peraturan baru yang diterapkan di negara bagian Andhra Pradesh, mencakup 35% dari seluruh mikro kredit di negara itu. Cicilan macet.
Penyebab langsung peraturan baru itu adalah gelombang bunuh diri para pengusaha. Pemberian kredit mikro di India sekarang ini semakin banyak dilakukan oleh perusahaan swasta. Mereka ini memberikan pinjaman dengan berani, tapi suku bunganya sangat tinggi dan cicilan juga seringkali ditarik dengan menggunakan kekerasan. Pemerintah Andra Pradesh sekarang mencoba mengatasi hal ini dan mengimbau pengusaha untuk menghentikan cicilan.
Ini kabar buruk bagi bank-bank India, yang kredit mikronya bernilai milyaran dolar. Situasi ini dapat dibandingkan dengan krisis hipotek di Amerika Serikat dulu. Sejauh ini, bank-bank di India tidaklah terlalu merasakan dampak krisis keuangan global.
Kredit mikro adalah kredit yang diberikan kepada orang miskin untuk bisa memulai usaha sendiri. Pemrakarsa kredit mikro Muhammad Yunus dari Bangladesh mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian di tahun 2006 atas prakarsanya ini.
© ANP/AFP





















