Den Haag (ANP) - Zahra Bahrami, seorang wanita Belanda keturunan Iran, berusia 45 tahun, sejak akhir tahun lalu berada dalam tahanan penguasa Iran. Ia dituduh melakukan kegiatan yang membahayakan negara. Demikian pernyataan seorang pejabat Departemen Luar Negeri Belanda.
Zahra Bahrami berkunjung ke Iran untuk menemui anak-anaknya. Pada tanggal 27 Desember 2009 ia ditangkap, karena berada di dekat sekelompok orang yang sedang melakukan aksi unjuk rasa menentang pemerintah.
Walaupun Zahra Bahrami memiliki paspor Belanda, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Iran sejauh ini tidak bisa memberi bantuan apa pun juga. Karena, Pemerintah Iran tidak mengakui bahwa wanita tersebut berkebangsaan Belanda. Demikian penjelasan Departemen Luar Negeri Belanda.
Pemerintah Iran sama sekali tidak bersedia memberi informasi apa pun mengenai wanita ini. Departemen Luar Negeri Belanda mengumpulkan berita mengenai wanita ini, dari berbagai sumber lain.






















