HILVERSUM (RNW) - Saat ini muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Kurban. Ini bisa jadi perayaan Idul Adha terakhir di Belanda dengan domba yang disembelih di Belanda sendiri.
Tanggal 13 Desember Majelis Tinggi Belanda akan membahas RUU yang melarang penyembelihan tanpa bius. RUU yang diusulkan partai pembela hewan Partij voor de Dieren itu sudah disetujui oleh majlis rendah De Tweede Kamer.
Menurut para pendukug RUU, hewan yang disembelih tanpa bius sangat menderita. Namun belum jelas apakah mayoritas Senat Belanda akan mendukung RUU. Larangan penyembelihan tanpa bius tidak hanya menyusahkan umat Islam tapi juga warga Yahudi. Menyembelih dengan cara kosjer juga dilakukan tanpa bius.
Para penentang RUU khawatir, larangan penyembelihan tanpa bius bisa menggalakkan praktek "di bawah tanah". Hal tersebut sering terjadi di Belanda pada tahun delapan puluhan. Banyak juga muslim yang tidak khawatir. Mereka bisa membeli domba dari Belgia atau Jerman. Ada juga muslim yang berencana untuk merayakan Idul Adha di negara asal seperti Maroko, kalau menyembelih tanpa bius jadi dilarang di Belanda. Perayaan Idul Adha berlangsung tiga hari. Ini adalah perayaan memperingati nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk mengorbankan puteranya.
Banyak muslim membeli daging domba atau anak lembu yang disembelih tanpa bius untuk dimakan bersama keluarga.



















