AMSTERDAM (ANP) - Hak buruh untuk melakukan demonstrasi di Eropa akan dibatasi.
Demikian kesimpulan serikat buruh FNV dari informasi yang masih rahasia dari Komisi Eropa. Ketua FNV Agnes Jongerius akan minta penjelasan dari perdana menteri Belanda, Mark Rutte.
Menurut Agnes Jongerius mashab pasar terbuka nampaknya akan menjadi lebih penting daripada hak berdemo, padahal aksi unjuk rasa merupakan landasan utama dari Hak Azasi Manusia.
Yang dimaksud adalah aksi demonstrasi yang berdampak sampai melampaui batas negara. Hakim harus memutuskan apakah suatu aksi unjuk rasa tidak sampai mengganggu transportasi jasa dan barang.
Menurut serikat buruh FNV yang merupakan serikat buruh terbesar di Belanda, hal itu bertentangan dengan perjanjian internasional seperti Perjanjian Eropa untuk melindungi Hak Azasi Manusia.



















