TOKIO (Reuters) - Gubernur Tokio yang kontroversial ingin menggunakan dana publik untuk membeli pulau-pulau yang disengketakan Jepang dan Cina. Rencananya ini tak pelak lagi membuat Beijing berang.
Pulau yang di Jepang dikenal dengan nama Senkaku dan Diaoyu di Cina, sudah lama merupakan inti sengketa teritorial martitim antara Cina dan tetangganya. Keduanya mengklaim memiliki hubungan sejarah dan mengklaim wilayah kaya ikan dan gas.
Shintaro Ishihara, 79, mencetuskan ide membeli pulau-pulau yang tak dihuni di Lautan Cina Timur dari pemiliknya saat ia berkunjung ke Washington. Pemerintah di Tokio membenarkan rencana tersebut Selasa (17/04).
Dalam pernyataan yang mengutip Ishihara, pemerintah metropolitan Tokio mengatakan pulau itu "luar biasa" bagi Jepang dan memberikan peluang potensial untuk mengembangkan sumber alami dan perikanan.
Juru bicara pemerintah Jepang mengatakan tidak tahu-menahu tentang reencana tersebut dan enggan memberikan komentar lebih lanjut.
Bagian humas Kementerian Luar Negeri Cina lewat telepon mengatakan kepada kantor berita pers Reuters "tidak punya informasi yang bisa diberikan" soal rencana tersebut.
Hubungan diplomatik antara Beijing dan Tokio mencapai titik rendah akhir tahun setelah Jepang menangkap kapten kapal nelayan Cina di dekat pulau sengketa itu. Tapi hubungan kedua negara membaik sejak itu.
Tahun 2008, Beijing dan Tokio sepakat mengembangkan bersama ladang gas dekat pulau, tapi sejak itu hanya ada sedikit kemajuan dan Jepang menuduh Cina mengebor gas dan melanggar perjanjian.












