DEN HAAG (ANP) - Ucapan pemimpin PVV Geert Wilders tidak akan "menghalangi persahabatan" antara Belanda dan Turki. Demikian pernyataan presiden Turki, Abdullah Gül, Rabu (18/04) dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte di Den Haag.
Gül mengatakan anggapan-anggapan tersebut lumrah di negara-negara yang menganut multikulturalisme. Dia namun memperingatkan pernyataan tidak boleh disalahgunakan untuk tujuan politik. Dia juga menyimpulkan bahwa, "ideologi ekstremis tidak akan mendapatkan banyak simpati."
Gül saat ini sedang melaksanakan kunjungan tiga hari negara di Belanda. Partai Kebebasan (PVV) menentang keras kunjungan kenegaraan tersebut.
Rutte mengatakan Belanda menyediakan 1 juta euro untuk organisasi pengungsi UNHCR bagi kamp-kamp pengungsi Suriah di Turki. Perdana Menteri mengumumkan akhir tahun ini bersama dengan delegasi bisnis akan mengunjungi Turki.












