KIEV (ANP) - Hari rabu (25/04), Ukraina meminta Jerman mengirimkan tim dokter untuk menangani Joelia Timosjenko, pemimpin partai oposisi Ukraina.
Mantan perdana menteri Ukraina ini divonis atas penyalahgunaan kekuasaan. Jumat pekan lalu ia melancarkan aksi mogok makan setelah mengaku dipukuli oleh sipir penjara.
Ukraina membantah tuduhan Timosjenko (51). Tuduhan tersebut diduga hanya provokasi politiknya demi merusak hubungan presiden Viktor Janoekovitsj dengan Uni Eropa. Akibat tuduhan dari Timosjenko, Uni Eropa memutuskan untuk menunda pembicaraan perjanjian perdagangan bebas.
© ANP/AFP











