Brussel / Den Haag (ANP) - Belanda masih terus berbeda pendapat dengan Uni Eropa mengenai masuknya Rumania dan Bulgaria ke dalam wilayah bebas paspor, Traktat Schengen.
Den Haag menilai, dua negara tersebut belum berhasil memberantas organisasi kriminal dan korupsi. Demikian pernyataan bersama Menteri Urusan Imigrasi dan Suaka, Gerd Leers, dan Menteri Muda Urusan Eropa, Ben Knapen, Rabu ini.
Demikian tanggapan dua menteri tersebut atas terbitnya laporan setengah tahunan, mengenai perkembangan di Bulgaria dan Rumania. Bagi Belanda, laporan ini merupakan dokumen penting untuk memutuskan apakah Bulgaria dan Rumania sudah cukup siap untuk bergabung ke dalam lingkungan negara-negara Schengen.
Komisi Eropa menilai, sudah banyak kemajuan terjadi di Bulgaria dan Rumania dalam upaya memberantas korupsi dan organisasi kriminal, serta proses perombakan sistem hukum mereka. Namun, badan pengurus harian Uni Eropa ini juga menyatakan, masih banyak yang harus terjadi.
Belanda adalah satu-satunya negara yang mempersoalkan penggabungan Bulgaria dan Rumania ke dalam lingkungan negara-negara Schengen.


















