GUATEMALA-CITY (ANP) - Di Guatemala, tiga bekas militer harus menghadap ke pengadilan sehubungan peranan mereka dalam pembunuhan massal semasa perang saudara.
Tahun 1982 di desa Las Dos Erres, Guatemala utara, lebih dari 250 laki-laki, perempuan dan anak-anak dibunuh secara keji. Satuan tentara membunuh mereka karena diduga membantu kelompok gerilyawan kiri.
Aktivis HAM serta sanak saudara menunjuk tujuh belas militer sebagai pelaku. Selain tiga bekas militer yang menghadap pengadilan Guatemala, empat militer lainnya ditahan di Amerika Serikat. Mereka berusaha mendapat suaka di Amerika. Guatemala telah mengajukan permohonan ekstradisi bekas militer ini.
© ANP/AFP

Flickr, Fernando Reyes Palencia_0.jpg)

















