DUBAI (ANP) - Anak ke tiga dari mantan penguasa Libia Muammar Gaddafi, Saadi Gaddafi (38), meramalkan bahwa rakyat Libia bakal menggulingkan pemerintahan Libia yang baru dan akhirnya dia bisa pulang ke negaranya.
Mantan pemain sepak bola tersebut mengungkapkan hal ini dalam wawancara telepon dengan media Uni Emirat Arab Al-Arabiya. Saadi Gaddafi mendapat suaka politik di Niger yang berbatasan dengan Libia.
"70% rakyat Libia tidak puas dengan situasi sekarang. Rakyat Libia dipimpin oleh kelompok penjahat. Akan timbul pemberontakan di seluruh negara dan akan tiba saatnya dimana rakyat bisa menggulingkan kelompok penjahat ini," kata Saadi yang ingin kembali ke Libia.
Rezim ayahnya jatuh pada bulan Agustus 2011 karena pemberontakan yang timbul di timur laut Libia pada bulan Februari 2011. Pemberontakan tersebut mendapat dukungan dari militer asing. Muammar Gaddafi terbunuh saat melarikan diri 20 Oktober 2011.
Saadi berhasil meloloskan diri ke Niger, dan mendapat perlindungan dari presiden Mahamadou Issoufou dari pemerintah interim Libia yang baru. Saadi Gaddafi dituduh melakukan kejahatan saat menjabat sebagai ketua persatuan sepak bola Libia. Pihak Libia menuntut Saadi untuk diekstradisi.


















