Presiden Suriah Hafiz al-Assad mengumumkan pemberian amnesti terhadap para tahanan politik. Total sekitar 10.000 tapol akan dibebaskan. Keputusan Assad ini merupakan usaha memenuhi tuntutan para pengunjuk rasa yang sudah berbulan-bulan berdemonstrasi menentang rezimnya.
Amnesti ini juga diberikan untuk anggota-anggota sejumlah partai politik yang dilarang di Suriah, seperti partai Ikhwanul Muslimin. Namun para pengamat menyatakan, amnesti ini tidak akan diberikan kepada para demonstran yang dijebloskan ke penjara karena Assad menganggap mereka teroris.
Munurut berbagai organisasi HAM, selama unjuk rasa di Suriah lebih dari seribu demonstran tewas. Sampai sekarang kota-kota masih dikuasai tentara pemerintah. Selasa (31/05) di kota Homs delapan orang tewas akibat operasi tentara.
Menurut oposisi, di sebagian besar wilayah Suriah demonstrasi tetap berlanjut, namun rezim nampaknya menumpas demonstran dengan sistematis. Di banyak kota, beberapa minggu terakhir ini para aktivis diburu.
Otoritas Suriah bersikeras bahwa gerombolan kriminallah yang mendalangi kekacauan ini.
© ANP/AFP





















