DEN HAAG (ANP) - Sekitar 60 warga negara Belanda tinggal di Mali. Demikian laporan Kementerian Luar Negeri Sabtu (07/04). Jumat malam (06/04) Kementerian mendesak warga Belanda yang tinggal di sana untuk meninggalkan negaranya secara sendiri-sendiri, "selagi kesempatan komersial untuk melakukannya masih ada sekarang."
Di Mali terjadi kudeta tanggal 22 Maret. Sejak itu, kerusuhan terus meningkat. Jumat kemarin, para pemberontak di timur laut Mali mengumumkan kemerdekaan mereka setelah menaklukan daerah tersebut.












