Hester, ibu Irfan Bachdim yakin putranya mampu menyesuaikan diri di Indonesia. Tiga hari sekali ia menuturkan perkembangan Irfan selama di Indonesia.
09 Januari 2010
Wanita Belanda berkerudung itu melepas putranya di bandara Schiphol Belanda, menuju ke Indonesia mencari klub baru sepakbola. Ia tampak tegar dan tidak terlihat jejak kesedihan, walaupun harus berpisah untuk pertama kalinya dalam waktu yang mungkin bisa lama.
Ditanya soal perasaanya, Hester van Dijk mengatakan rela melepas demi masa depan dan cita-cita putra keduanya. Walaupun ia tahu Indonesia bagi Irfan masih baru. Ia belum bisa Bahasa Indonesia dan untuk pertama keluar rumah.
Irfan didampingi ayahnya Noval Bachdim mencari kemungkian bermain di Persib atau Persija. Selama tiga pekan ini diharapkan akan muncul tawaran atau kontrak yang konkrit dengan salah satu klub bergengsi di ISL ini.
10 Januari, hangat
Setibanya di bandara Soekarno-Hatta Irfan langsung merasa belonging home. Disambut beberapa orang yang mengenali dan menyapanya. "Udara dan orang-orangnya hangat, berbeda dengan Belanda yang dingin." kata Irfan kepada ibunya lewat telepon.
Hari berikutnya direncanakan bicara dengan wakil klub Persib Bandung. Irfan dan ayahnya menginap di sebuah hotel di Pasteur. Hari itu Irfan tersambung telepon dengan ibunya dan chating MSN dengan kakaknya, Fardy.
11 Januari, Futsal
Hari istirahat. Sempat main futsal. Dekat hotel di Pasteur Bandung, Irfan sempat ikut bermain futsal dengan remaja di sana. "Perkenalan pertamanya dengan sepakbola di Indonesia, adalah futsal pada 11 Januari." kata ibunya.
12 Januari, Persib U-21
Hari kedua di Bandung, Irfan Bachdim dan Noval bertemu dengan Umuh Muhtar dari Persib. Disepakati bahwa Irfan akan ikut latihan dengan team Persib II. Sementara tim utama sedang menjalani persiapan pertandingan kandang menjamu PSPS Pekanbaru.
Irfan bersama ayahnya dan wakil dari Persib nonton pertandingan kandang lawan PSPS Pekanbaru. Walaupun belum turun lapangan namun, Irfan memperoleh kesan nyaman di Bandung. Itulah momen pertama Irfan melihat suasana meriah dan hiruk pikuk penonton yang berbeda dengan Belanda.
Program hari-hari kedepan adalah orientasi dan perkenalan dengan lingkungan, orang, dan juga stadion. Sementara Persib I main tandang di Kalimantan, Irfan menjalani latihan bersama Persib U-21.
13 Januari, Jam Karet
Kepada ibu dan kakanya di Belanda, Irfan mengatakan gembira akhirnya bisa bermain sepakbola di Indonesia. Masalah cuaca panas dan lapangan yang keras, bagi Irfan bukan persoalan.
Disiplin Waktu
Irfan hanya menyebutkan kaget dengan minimnya disiplin dalam latihan. Terutama soal tepat waktu. Buat pebola yang mengenyam pendidikan Eropa, apalagi Ajax Amsterdam sangat tidak biasa untuk datang terlambat. "Walaupun hanya satu menit. Tapi kalau terlambat di Belanda, pemain itu akan dilempar ke bangku cadangan." kata ibunya mengenang masa ketika masih suka mengantar putranya latihan di Ajax.
"Saya kaget ketika rekan-rekan masih santai, padahal resminya latihan sudah dimulai sejam yang lalu. Mereka kurang disiplin kalau soal waktu" ungkap Irfan dalam bincang telepon kepada Eka Tanjung dari RNW.





















lihat nama keluarga besarnya aja muslim, pasti muslim
kalau lihat namanya aku yakin muslim, keluarga besarnya juga muslim,
Tpi ktanya irfan kristen deh...
aduhhh....
islam aja
Brrti Irfan bachdim islam y?
Coz ad kt2 krudung x. Hehe.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.