Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET

Yakin Irfan Bachdim Bisa Survive

Diterbitkan : 19 Januari 2010 - 12:25am | Oleh Eka Tanjung
Diarsip dalam:

Hester, ibu Irfan Bachdim yakin putranya mampu menyesuaikan diri di Indonesia. Tiga hari sekali ia menuturkan perkembangan Irfan selama di Indonesia.

 

09 Januari 2010
Wanita Belanda berkerudung itu melepas putranya di bandara Schiphol Belanda, menuju ke Indonesia mencari klub baru sepakbola. Ia tampak tegar dan tidak terlihat jejak kesedihan, walaupun harus berpisah untuk pertama kalinya dalam waktu yang mungkin bisa lama.

Ditanya soal perasaanya, Hester van Dijk mengatakan rela melepas demi masa depan dan cita-cita putra keduanya. Walaupun ia tahu Indonesia bagi Irfan masih baru. Ia belum bisa Bahasa Indonesia dan untuk pertama keluar rumah.
 

Irfan didampingi ayahnya Noval Bachdim mencari kemungkian bermain di Persib atau Persija. Selama tiga pekan ini diharapkan akan muncul tawaran atau kontrak yang konkrit dengan salah satu klub bergengsi di ISL ini.


10 Januari, hangat

Setibanya di bandara Soekarno-Hatta Irfan langsung merasa belonging home. Disambut beberapa orang yang mengenali dan menyapanya. "Udara dan orang-orangnya hangat, berbeda dengan Belanda yang dingin." kata Irfan kepada ibunya lewat telepon.

Hari berikutnya direncanakan bicara dengan wakil klub Persib Bandung. Irfan dan ayahnya menginap di sebuah hotel di Pasteur. Hari itu Irfan tersambung telepon dengan ibunya dan chating MSN dengan kakaknya, Fardy.
 


11 Januari
, Futsal
Hari istirahat. Sempat main futsal. Dekat hotel di Pasteur Bandung, Irfan sempat ikut bermain futsal dengan remaja di sana. "Perkenalan pertamanya dengan sepakbola di Indonesia, adalah futsal pada 11 Januari." kata ibunya. 


12 Januari, Persib U-21

Hari kedua di Bandung, Irfan Bachdim dan Noval bertemu dengan Umuh Muhtar dari Persib. Disepakati bahwa Irfan akan ikut latihan dengan team Persib II. Sementara tim utama sedang menjalani persiapan pertandingan kandang menjamu PSPS Pekanbaru.

Irfan bersama ayahnya dan wakil dari Persib nonton pertandingan kandang lawan PSPS Pekanbaru. Walaupun belum turun lapangan namun, Irfan memperoleh kesan nyaman di Bandung. Itulah momen pertama Irfan melihat suasana meriah dan hiruk pikuk penonton yang berbeda dengan Belanda.

Program hari-hari kedepan adalah orientasi dan perkenalan dengan lingkungan, orang, dan juga stadion. Sementara Persib I main tandang di Kalimantan, Irfan menjalani latihan bersama Persib U-21.


13 Januari, Jam Karet

Kepada ibu dan kakanya di Belanda, Irfan mengatakan gembira akhirnya bisa bermain sepakbola di Indonesia. Masalah cuaca panas dan lapangan yang keras, bagi Irfan bukan persoalan.


Disiplin
Waktu
Irfan hanya menyebutkan kaget dengan minimnya disiplin dalam latihan. Terutama soal tepat waktu. Buat pebola yang mengenyam pendidikan Eropa, apalagi Ajax Amsterdam sangat tidak biasa untuk datang terlambat. "Walaupun hanya satu menit. Tapi kalau terlambat di Belanda, pemain itu akan dilempar ke bangku cadangan." kata ibunya mengenang masa ketika masih suka mengantar putranya latihan di Ajax.

"Saya kaget ketika rekan-rekan masih santai, padahal resminya latihan sudah dimulai sejam yang lalu. Mereka kurang disiplin kalau soal waktu" ungkap Irfan dalam bincang telepon kepada Eka Tanjung dari RNW.

  • Fardy Bachdim<br>&copy;

Terkait:

Diskusi

ray 1 Januari 2011 - 3:58pm / indonesia

lihat nama keluarga besarnya aja muslim, pasti muslim

ray 1 Januari 2011 - 3:56pm

kalau lihat namanya aku yakin muslim, keluarga besarnya juga muslim,

DiLhaa Bachdim 30 Desember 2010 - 11:55am / Belanda

Tpi ktanya irfan kristen deh...
aduhhh....
islam aja

Raudhah 14 Desember 2010 - 11:44am

Brrti Irfan bachdim islam y?
Coz ad kt2 krudung x. Hehe.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Facebook

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET