Maria Pauline Lumowa, yang dikaitkan dengan pembobolan kredit Bank BNI mencapai 1,7 trilyun rupiah, dikabarkan bakal menikah di Belanda, Sabtu 30 Januari 2010. Semoga ia hidup bahagia.
Kepada Radio Nederland Wereldormoep, berbagai sumber di komunitas Indonesia di Amsterdam dan sekitarnya menyampaikan telah menerima undangan pernikahan. Berita gembira yang lumrah ditanggapi dengan gembira pula. Upacara pentautan dua hati itu rencananya dibagi dalam tiga sesi.
Nikah Sabtu
Pernikahan catatan sipil di Balai Kota Oosterwolde di Het Oost 11 Oosterwolde, kota antara Zwolle dan Groningen di Belanda Utara. Pernikahan resmi dengan pria Belanda ini berlangsung jam 13:00 siang waktu setempat.
Sesi kedua adalah pemberkatan pernikahan agama yang berlangsung di Gereja Protestan di kota itu. Sorenya disusul dengan resepsi sebagai puncak acara pernikahan di kota Appelscha.
Takut Datang
Tidak semua undangan bisa datang ke pestanya wanita yang pernah menggemparkan berita Indonesia itu. Beberapa undangan kepada Radio Nederland mengatakan, memilih untuk tidak menghadiri undangan, dengan alasan takut namanya dikaitkan dengan Maria, karena masa silamnya di Indonesia.
"Wah nanti kalau berjejer foto bersama dengan pasangan mempelai, bisa-bisa orang menduga saya ikut terlibat masa lalunya di Indonesia."
Dari berbagai pemberitaan di Indonesia, nama Maria Pauline Lumowa masih sering menghiasi media masa. Dari sejak dia lari ke Singapura, sampai dengan di Belanda. Semua bisa disimak dan baca kembali di mesin pelacak Google.
Hukuman Mati
Dan yang terbaru adalah tulisan di Menado Post yang menyebutkan bahwa Belanda tidak bisa mengektradisi warganya ke Indonesia karena kedua negara tidak memiliki perjanjian ekstradisi. Belanda beralasan tidak akan mengekstadisi warganya, ke negara yang masih memberlakukan hukuman mati.
Pesta pernikahan Maria Pauline Lumowa adalah hak individu dia, dan pemerintah Belanda tidak bisa berbuat apa-apa soal masa lalunya. Bagi warga Indonesia di Belanda pun tidak ada alasan lain, kecuali hanya nonton saja dan merestui semoga ia hidup bahagia.


















Sungguh menyedihkan, dan sangat memprihatinkan
Betul, sungguh menyedihkan dan sangat memprihatinkan bila Radio Nederland yang menerima subsidi jutaan euro dari pembayar pajak Belanda termasuk saya, hanya mampu menyajikan berita-berita seperti ini. Lha di Indonesia sendiri berjibun koruptor tanpa dibawa ke pengadilan. Malah seorang mantan presiden yang telah naik haji ke Mekah (mestinya sih suci) tapi masuk Top 10 koruptor dunia, dengar-dengar setelah wafatnya diusulkan dihadiahi gelar Pahlawan Republik Indonesia. Jadi pesan apa yang hendak disampaikan oleh jurnalis Radio Nederland dengan artikel di atas ini? Cuma MPO saja tampaknya (Menarik Perhatian Orang)? Sebagai pembayar pajak di Belanda, dus turut membiayai Radio Nederland ini, saya mengharapkan berita-berita yang lebih bermutu dari Radio Nederland. Boleh 'kan? Jangan marah ya dengan kritikan saya ini :-).
Kirim komentar