Pelaku sektor wisata di Yogyakarta berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan manca negara. Selama ini jumlah wisman masih jauh di bawah pelancong domestik.
Tiga penyebab utama yang menghambat kunjungan wisata ke Jogjakarta menurut Asti Musman dari Radio Swara Jogja adalah:
- Lapangan udara Yogya belum mampu menampung pesawat besar,
- wisatawan asing masih khawatir dengan terorisme
- dan gempa di Yogya masih membuat cemas orang asing.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyadari situasi itu. Dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri pemerintah daerah Yogya menggelar Jogja Travel Market 4-6 Juni 2010. Ini adalah ajang temu pebisnis pariwisata di Yogya dengan agen-agen wisata dari dalam dan luar daerah. "Sekitara 100-an organisasi akan turut serta: Dari perhotelan, biro perjalanan hingga pengelola wisata."
Murah
Akan tetapi Yogya tidak kekurangan wisatawan domestik. Mereka tetap berdatangan, kebanyakan para siswa sekolah. "Karena harga-harga di Yogyakarta relatif murah. Penginapan, makanan maupun suvenir," ungkap Asti.
Asti juga melihat anak-anak sekolah senang menelusuri jalan Malioboro, biasanya di akhir pekan atau hari-hari libur. "Bagi yang tidak memiliki kendaraan sendiri bisa menggunakan transportasi publik untuk tour keliling kota. Hanya dengan Rp. 3500,- bisa keliling kota dengan bisa ber-AC," imbuhnya.
Swara Jogja
Radio Swara Jogja membidik segmen budaya, khususnya Jawa. Salah satu acara mengajak publik Jogja mengenali kekayaan budaya dan wisata di sekeliling mereka. Acara itu diharapkan bisa menumbuhkan pariwisata pada penduduk Yogya yang kebanyakan masyarakat agraris. "Kami sebagai media publik mencoba menyadarkan bahwa dengan berwisata itu, kesehatan spiritual akan menjadi lebih baik," demikian ungkap penanggung jawab Radio Swara Jogja itu.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.