Polisi Belanda non-totok (allochtonen) dalam kesatuan polisi Amsterdam seringkali tidak dipercaya. Makanya susah sekali menarik orang non-Belanda asli untuk bergabung di dalam korps.
Mereka juga mempunyai tugas ekstra: "harus membuktikan diri sebagai polisi Belanda sebenar-benarnya, tapi di saat bersamaan juga diharapkan bisa menghadapi masalah yang ditimbulkan oleh 'orang-orangnya sendiri' (alias sesama allochtonen, red.)."
Demikian tulis harian Belanda de Telegraaf. Kesimpulan diambil Sinan Çankaya dalam studi doktoralnya di Universitas Tilburg. Çankaya melakukan penelitian dengan terjun langsung ke lapangan dan mendampingi polisi Amsterdam dalam bertugas.
Gagal
Kotapraja Amsterdam selama bertahun-tahun berusaha agar korps polisinya mencerminkan situasi kota Amsterdam yang multikultural. Oleh karenanya dibutuhkan lebih banyak agen polisi "non-bule." Tadinya diharapkan 20% dari 6000 polisi pada tahun 2010 merupakan warga Belanda keturunan, namun target jelas-jelas tak tercapai. Persentase hanya bertengger di sekitar 13% saja.
Menurut Çankaya, ini bisa terjadi, sebagian karena ketidakpercayaan yang dipancarkan oleh para petugas polisi asli Belanda terhadap kolega "non-Belanda" mereka. Çankaya bilang ada ''mekanisme menutup diri yang sangat tidak kentara.''
De Telegraaf lebih lanjut menuliskan seluruh agen polisi diharapkan memenuhi gambaran ideal akan "polisi yang baik," yaitu netral, setia dan solider. Karakter ini seringkali dianggap akan dimiliki polisi asal Belanda asli secara otomatis, namun tidak begitu halnya bagi koleganya yang Belanda keturunan. Situasi inilah yang kemudian menimbulkan ketidakpercayaan.
Bahasa
Yang juga menimbulkan ketegangan adalah masalah bahasa. Jika polisi allochtonen misalnya menggunakan bahasa non-Belanda selagi bertugas, ini juga bisa menimbulkan friksi. Mereka tetap dianggap bertugas dengan baik, karena kemampuan bahasa lain selain bahasa Belanda juga dianggap sebagai nilai plus dari mereka, namun di saat bersamaan, hal ini juga memicu adanya ketidakpercayaan pada beberapa orang.
Suasana eksklusivitas dan pengucilan pada polisi non Belanda asli sangat signifikan, tulis de Telegraaf. Menurut Çankaya situasi ini belum akan berubah dalam waktu dekat. Demikian de Telegraaf.






















ambigu khas londo
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.