Di Indonesia, orang Yahudi sering dimaki. Tapi ternyata mereka sulit ditemukan, karena jumlah mereka kecil sekali. Theo Kamsma menulis disertasi mengenai orang Yahudi di kawasan Selat Malaka. Mengapa ia harus melebarkan pandangan ke wawasan Selat Malaka?
Karena kelompok Yahudi di Indonesia kecil sekali, Theo Kamsma menganjurkan supaya tidak terfokus di Indonesia saja. “Dalam studi saya, sudah saya jelaskan, kalau dipandang dari jumlah di Indonesia saja, orang Yahudi tidak tampak dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus melihat mereka dalam hubungan dengan Singapura, di sana ada dua sinagoga, rumah ibadah agama Yahudi. Itu artinya jumlah masyarakat Yahudi cukup besar."
Orang Yahudi ini juga aktif berbisnis, dari Singapura mereka melebarkan bisnis ke Indonesia dan Malaysia. Dari Singapura mereka mengunjungi Indonesia dan Malaysia. Singapura toleran terhadap semua agama, orang Yahudi kerasan di Singapura dan dari sini mereka melakukan aktivitas bisnis.
Wadah regional
Jadi kalau mau memahami posisi warga Yahudi di Indonesia, maka kita perlu meletakkannya dalam wadah regional yang lebih besar, kawasan selat Malaka. Demikian Theo Kamsma.
“Maksud saya,” demikian urai Theo, “kalau kita ambil kawasan Selat Malaka sebagai tempat penelitian, maka jelas ini lebih cocok untuk meneliti dinamika golongan Yahudi.” Menurutnya, kentara sekali pertautan aktivitas mereka dari Indonesia, ke Malaysia dan Singapura, melampaui batas-batas negara yang formal. Ini memang mereka butuhkan, jadi tidak bisa dikatakan, orang Yahudi tidak ada. Mereka ada, dari pusatnya di Singapura mereka beroperasi di kawasan ini.
Israel-Indonesia
Theo kemudian memperingatkan jangan cepat-cepat menyebut jejaring Yahudi ada di kawasan ini, karena acapkali ini menjurus ke praduga dan diskriminasi atau anti semitisme. Menurutnya, Israel dan Indonesia sebenarnya sudah lama menjalin hubungan informal:
“Yang juga penting adalah hubungan Indonesia dengan Israel. Gus Dur bukan tokoh pertama yang mencari kontak dengan Israel,” kata Theo. Sebelumnya sudah ada kerjasama dengan Israel, tentu saja tidak resmi, misalnya pembelian pesawat tempur skyhawks oleh Indonesia dari Israel. Selain itu, ketika terjadi tsunami di Aceh, Indonesia membantah ada pesawat Israel yang mendarat di Batam. Padahal berita ini benar. “Nah, keberadaan Israel di balik layar dan tersembunyi ini juga simbolis bagi keberadaan warga Yahudi di kawasan ini”, demikian Theo Kamsma.
Israel adalah negara yang masih muda dan, lewat berbagai cara, sibuk mencari jaringan yang bisa mendukungnya. Misalnya parlemen Israel mengakui kelompok Yahudi yang berlatar belakang Kristen di Minahasa. Kelompok Yahudi, juga yang ada di perantauan, menjalin hubungan dengan Israel. Jadi kalau orang Israel mau berdagang di Indonesia, misalnya membuka perusahaan minuman kopi, maka mereka terlebih dahuulu mencari hubungan dengan sesama orang Yahudi, karena ini lebih bisa dipercaya.
Yahudi Jawa
Theo Kamsma menutup penjelasan ihwal warga Yahudi di kawasan Selat Malaka dengan memberi contoh betapa terintegrasinya golongan ini dalam masyarakat setempat, misalnya di Indonesia.
“Kalau kita menyimak kelompok Yahudi di Manado, yang berlatar belakang Kristen,” demikian Theo, “mereka adalah keturunan campuran, Indo Yahudi”. Kepala keluarga Yahudi ini berusaha mendirikan sinagoga di Manado. Ia pendukung PDIP, tapi juga memimpin pemuda Pancasila yang adalah ormas Golkar. Bahkan ia adalah ketua Golkar di daerahnya. Rupanya menjadi pengikut dua aliran politik yang berbeda lumrah di sana.
Ia juga kenal tokoh Pemuda Pancasila pusat yang ternyata keturunan Yahudi-Jawa. Mereka sempat dekat saat kepala keluarga Yahudi Manado ini tinggal di Jawa. Dalam kelompok Indo Yahudi ini ada koneksi dengan dunia satpam dan sekuriti. Mereka aktif menekuni bisnis ini. Sangat mencolok, salah seorang dari mereka menjadi kepala keamanan di Bali ketika diselenggarakan kongres PDIP, mereka mengawal Megawati.













Rumit
Musnahkan Yahudi
Tidak perlu mengucap kata-kata kotor seperti itu saudara aku.
sekarang apa ruginya anda jika agama Yahudi menjadi agama resmi di Indonesia??
selagi mereka bisa menghormati Umat beragama di Indonesia,so what
tolong hati-hati dengan kebencian mu, Islam tidak pernah mengajarkan kebencian,Panatik boleh tapi harus dengan pikiran yg sehat,karna banyak org yg tertipu untuk berjihad untuk menjadi pengantin (bom bunuh diri)
Saya sekaligus membela agama yahudi dinegara Indonesia tercinta kapan kemerdekaan negara Palestina dan Baitulmaqdis ibukotanya di akui oleh PBB.
Yahudi seharusnya tidak ada dimuka bumi ini, keberadaannya tidak membuat bumi ini menjadi baik.
Saya sangat menghargai perbedaan, apalagi masalah spiritual ataupun religius, saya harap para sahabat di bisa melihat lebih bijak bagaimana asal muasal keturunan Abraham ini menyebar ke seluruh penjuru dunia.Bangsa Indonesia pun metupakan bangsa yang beragam kesukuan, perbedaan adalah kekuatan dalam persatuan dan kesatuan untuk memajukan bangsa ini.
**Aktif dalam Ormas GAFATAR
yahudi itu hanya agama buatan manusia hanya islam saja yg sejak manusia sudah ada,hidup islam allahuakbar yahudi anjing yahudi goblog injak saja yahudi
Shalom, qt pikirkan saja ttg Persamaan Kebutuhan Hidup, jangan bertikai karena Perbedaan. Belajarlah dari yang sukses untuk mencapai kesempurnaan seperti yang diminta oleh Hashem/G-d. Karena semua Agama adalah buatan manusia, sedangkan yang BENAR dan SEMPURNA dari Hashem/G-d.
Saya orang yang sangat mendukung keberadaan orang-orang Yahudi di Indonesia
Saya berharap ada suku Yahudi bukan hanya menjadi hiasan saja di negara Indonesi
Tapi bisa membantu negara ini menjadi negara yang kuat dan bermartabat,mungkin memang sulit untuk mewujutkan cita-cita dan angan-angan ini
Karena banyak orang kaum yahudi tergolong kaum yang jahat,
Tapi saya percaya tidak semua orang Yahudi seperti itu.
Semoga Rakayat Indonesia lebih bijak menerima perbedaan
*Bendahra P.Gerindra (PAC)Jagakarsa
ga perlu bantuan yahudi utk membangun indonesia lebih baik, buat apa 200jt lebih penduduk? indonesia bisa tanpa yahudi. jgn sampai indonesia seperti palestina yg ke 2. INGAT!!!
cuma org bodoh yg mau mengakui yahudi dan mendukungnya.
Apakah semua yahudi busuk?
Apakah semua yahudi busuk?
Memang kita harus realistis, yahudi manusia juga, ada yang baik ada yang tidak baik.
Mesir dan Yordania saja (yang Arab dan Islam "asli") berhubungan diplomatik dengan Israel (Negeri Yahudi), apalagi Indonesia, walau pun mayoritas Islam, tapi kan Islam Indonesia, seharusnya kita tidak perlu begitu "takut" pada Israel/Yahudi, seperti Gus Dur, kita realistis sajalah, jangan munafiq (pembodohan terhadap rakyat sendiri yang terus-menerus), toh akhirnya kemunafikan kita terbongkar juga, malu-maluin, terutama malu-maluin warga kita yang di luar negeri.
Jangan Munafik lah, kan ada BIN sebagai pengaman kepentingan kita.
Jangan Munafiqlah, cepat atau lambat bau bangkai akan tercium juga, walau pun sudah dibungkus rapat-rapat.
woi topik goblok lu ngomong jngan asal jeplak ntar kena tempeleng sendal jepit baru tau rasa.. lu tu dasar yahudi gak tau diri, dari dulu yahudi itu perusak moral agama iblis lu dasar zionis sampah...
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.