Politisi anti-Islam Geert Wilders memiliki pengagum di dunia Arab. Hal ini terbukti dari tanggapan di situs Facebook Arab RNW. Mereka menjawab pertanyaan: apakah bahasa kasar yang digunakan Wilders baru-baru ini di parlemen Belanda dapat diterima atau melebihi batas etika.
‘Saya fansnya Wilders'. Dan: 'Wilders di pihak pemenang. Orang lain tidak mampu melihat kenyataan.' Demikian beberapa tanggapan dari negara-negara Arab.
Tapi ada juga suara-suara lain dari Timur Tengah: 'Jika semua orang di dunia melakukan hal serupa, apa yang akan terjadi?’, tanya Bakani Mustafa dari Casablanca, Maroko, dengan khawatir.
‘Tentunya menyakiti orang lain tak bisa diterima. Saya berharap Wilders mengubah cara merumuskan sesuatu. Politikus tidak boleh bersikap kurang ajar!' tulis Leila Natour-Ayoub dari Libanon.
Anjing peliharaan
Geert Wilders menimbulkan kehebohan hari-hari belakangan, antara lain karena menamakan pemimpin oposisi Job Cohen ‘anjing peliharaan' perdana menteri Mark Rutte. Pertanyaan panjang seorang politikus lain, ia menyebut 'mirip diare'.
Di Facebooknya Radio Nederland dalam pelbagai bahasa, kami menanyakan kepada pengunjung apakah anggota parlemen boleh memakai bahasa gaul. Ataukah mereka harus memberi contoh yang baik?
‘Ya’, tulis Braam Rossouw dari Afrika Selatan. ‘Jika dibutuhkan beberapa kata heboh untuk membangunkan yang lainnya'. ‘Kadang-kadang anjing harus disebut anjing,' tegas Victoria Larkin dari Amerika.
Clair Wilson menyatakan bahwa ‘menyebut kebenaran' adalah ciri Belanda yang bagus. Tapi, tambahnya, ‘sikap kurang ajar bukan ciri keberadaban'.
Indonesia
Tanggapan di Facebook Radio Nederland bahasa Indonesia antara lain berbunyi. ‘Batas kekurangajaran adalah jika anda menyakiti orang lain, termasuk musuh anda.' Dan: 'Jangan bicara soal moral, jika anda sendiri tidak sempurna.
Pengunjung Facebook RNW bagian Spanyol sangat heran kehebohan soal ungkapan Wilders hanya terbatas di Belanda saja. Menurutnya ulah ‘tokoh ekstrim kanan, rasis dan xenofob seperti Wilders' tampaknya tidak disorot media internasional.
Sementara kesalahan pemimpin-pemimpin kiri seperti Hugo Chávez dan Rafael Correa, presiden Venezuela dan Ecuador, disorot panjang lebar media internasional.





















islam luar belanda tidak merasakan efek apa apa dari kerjaan wilders, itu hanya upaya politik semata utk popularitasnya...tapi dunia lebih cerdas melihatnya, perkembangan islam yang ditafsir secara benar dan diterima luas di banyak bagian dunia sekedar bukti adanya kssadsran yang datang dari akal dan hati masyarakat dunia....
Bom bunuh diri minggu 25 September sekitar jam 11 pagi, setelah jemaat Gereja Injil Sepenuh di Soloh keluar dari Gereja dan disambar secara tidak tau oleh seorang pemuda 30 tahun dari Jawa Tengah itu dan memecahkan bom yang ada disekitar perutnya dan hancurlah perutnya, tapi wajahnya tetap utuh. Hari ini, telah terjadi bom bunuh diri di Gereja Betel Injil Sepenuh di Soloh Jawa Tengah. Kelapaan Polisi dalam menindak lanjuti perang di Ambon 11 September lalu dan inilah akibat kelanjutannya.
Sebenarnya Pak Wilders itu orangnya baik lagi mau bergurau. Tapi para pendengar dan pemeberi kabar dimedia sudah kebinungan semuanya. Beliaukan memberikan masukan yang begitu pasti bagi masa depan bangsa dan negaranya. Lihat saja Prof. Fortuin yang dibunuh oleh seorang pemuda jalanan yang kurang ajar, akhirnya semua idenya dipakai oleh semua partei di Belanda. Aku merasa bahwa, sekarang orang orang seperti Pak Wilders, itu amat penting lagi perlu bagi menjaga dan melindungi nasib bangsanya dari para pendatang islam yang selalu membuat rusu dimana mana. Saya setuju dengan Pak Wilders. Kita semua warga Nederland tetap mendukung Pak Wilders.
Bpk W' adalah orang yang pantas menjadi patriot bagi bangsanya. Dengan segala upaya menjadikan Belanda disegani. Tanpa harus membuang beaya layaknya negara Adidaya yg hanya menitik beratkan kemutahiran senjata. Menjadikan panggung politik dunia tak lagi berbasa-basi. Dan memuakkan publik. Harusnya dunia Islam sadar bahwa pemimpin mereka yg cenderung munafik. Sayang beliau tokoh komunis. Memanglah patut kita mengelus dada, karena sebagian besar politikus hanya pandai bespakaian sopan, namun semua yang mereka perbuat, tak lebih baik dari anjing jalanan. Menjilat dukungan publik dan negara don0r semata. Dan tak mengindahkan konstituennya....
.... Kapan indonesia memiliki tokoh sebesar beliu...
Wibowo, Waeko, Santoso
Pemberi komentar ini tidak pernah tinggal di luar sana mungkin. Sangkin berguraunya wilders ini sampai disekolah si 5 guru datang membawa cerita wilders ini. Belanda Negara impian, banyak uangnya. Semua orang mau datang kesini. Kalau kamu pintar jangan datang kesini, kami tidak membutuhkannya. 5 dosen tadi menyuruh berhenti sekolah. Yang kami butuhkan adalah orangorag yang mau berkerja di pabrik dan perkebunan. Sekarang buat mereka sipekerja tidak datang ke belanda. Dan kita lihat apa yang kan terjadi pada ekonomi belanda. !! Kiranya mereka itu cukup cerdik juga. !! Merekamemelihara orangorang marokko yang di beri uang social dimana mereka hanya dipekerjakan 3 bulan dalam satu tahun. Orang-orang ini dijadikan reserve/cadanagan jika hal ini terjadi. 1 euro satu hari, itu tidak uapah manusiawi.Dan mereka ini ditipu pula olah Negara yang katanya selalu memperhatikan HAM. Sedangakan banyak pekerjaan elegal ini di terima dati kantor walikota(gemeente) itu sendiri. Uang pension yang normal juga disunati mereka (belanda). Aku rasa orang ini hanya sedikit sekali yang baik. karena mereka dibesarkan dengan tidak harus mempunyai rasa. Itu yang dicontoh di Indonesia dimana orang-orang yg tidak mempunyai rasa ini menduduki tempat-tempat penting di pemerintahan. Hanya di indonsesia dan belanda berbeda korban.
Lebih tepatnya adalah Wilders hanya menerima pujian dari beberapa orang Arab yang sudah lama bersekutu dengannya, bukan semua orang Arab. Baca teks orsinilnya di http://bit.ly/pSGHB9
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.