Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar John Tyler
Map
Den Haag, Belanda
Den Haag, Belanda

Wilders: Kurang Ajar vs. Kritis

Diterbitkan : 22 September 2011 - 3:51pm | Oleh John Tyler (Foto: ANP)
Diarsip dalam:

Lagi-lagi politisi Belanda angkat tangan menghadapi Geert Wilders. Kali ini mereka mempermasalahkan nada bicara Wilders di parlemen.

“Kurang ajar,” “tidak pantas,” “urakan, tidak pantas jadi anggota parlemen Belanda,” adalah beberapa komentar politisi mengenai Geert Wilders.

Ketika ditanya, PM Mark Rutte menyatakan, ia terganggu. Bukan oleh nada bicara Geert Widlers, tapi oleh liputan pers mengenai apa yang dikatakan Geert Wilders.

Ini adalah beberapa komentar Wilders yang menyebabkan protes:

  • Setelah pemimpin partai demokrat D66 Alexander Pechtold mengemukakan pertanyaan panjang, Wilders berkata, “Saya akan coba jawab pertanyaan Mr. Pechtold yang mirip diare itu.”
  • Sepanjang hari, Wilders terus-menerus menyebut pemimpin partai buruh PvdA Job Cohen sebagai anjing peliharaan Perdana Menteri. Wilders bilang, Cohen berlarian di halaman rumah PM, menggonggong, kencing di pohon, namun ketika PM datang, Cohen duduk di pangkuan PM dengan manis.
  • Dari sepuluh anggota parlemen partai kiri hijau GroenLinks, hanya lima yang kembali dari liburan musim panas untuk mengikuti debat khusus. Wilders, yang bangga karena semua anggota partainya datang untuk debat tersebut, mengatakan, anggota partai GroenLinks anak tidak mau meninggalkan pantai. Wilders menyebut mereka “anak pantai” sepanjang hari.
  • Wilders seringkali menggunakan sarkasme ketika merespons pertanyaan, dan ke-24 anggota partainya yang berada di parlemen justru menyambut hinaan Wilders dengan tawa terbahak-bahak.
  • Wilders terus-menerus mengolok-olok lawan politiknya, sampai-sampai tak punya waktu mempresentasikan proposalnya untuk melarang pembangunan menara masjid. Selain itu, ia menyebut masjid sebagai istana kebencian.

Di sebuah acara radio publik Belanda, analis politik Kees Boonman mengatakan, bahasa ala Wilders di parlemen mengejutkan, karena biasanya politisi Belanda sopan. Ia mengatakan, anggota parlemen di negara-negara lain sudah terbiasa dengan nada bicara seperti Wilders, bahkan banyak yang lebih kasar dalam berdebat.
 

Diskusi

Anonymous 25 September 2011 - 5:46am

Orang ini telat lahir, harusnya lahir pada jaman abad pertengahan jaman dimana hukuman sulah atau dibakar diberlakukan pada waktu itu.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET