Akhir pekan yang penuh gejolak menghias halaman muka Koran-koran Belanda. Sabtu siang (21/04) pemerintah menghentikan pembicaraan rancangan penghematan besar-besaran, demi mengurangi defisit anggaran tahun 2013 serta memenuhi syarat Uni Eropa.
Koalisi minoritas yang terdiri dari partai konservatif kanan VVD dan Kristen demokrat CDA, melakukan pembicaraan selama hampir dua bulan dengan PVV, Partai untuk Kebebasannya Wilders. Tujuannya: mencapai kesepakatan penghematan untuk mengurangi defist anggaran 2013 sampai tiga persen.
Saat ini diramalkan defisit anggaran Belanda bakal melebihi batas yang ditentukan Uni Eropa.
Kabinet minoritas
Tapi secara mengejutkan, pemimpin PVV Geert Wilders, Sabtu lalu tidak hanya mundur dari perundingan, tapi juga mengatakan menarik dukungannya terhadap kabinet minoritas di parlemen. Dukungan Wilders sejauh ini memberikan mayoritas tipis kepada pemerintah dalam kebanyakan isu.
“Siapa yang akan mengatasi ini?” tanya de Volkskrant di halaman muka. Harian pagi ini memasang foto pemimpin partai VVD sekaligus PM Mark Rutte dan wakilnya, pemimpin CDA Maxime Verhagen yang tampak marah ketika menyampaikan kabar buruk ini kepada media.
Koran mengatakan “Negara tanpa kendali”: Perdana Menteri kini sendiri setelah ditinggalkan oleh Wilders. Sementara itu kalangan oposisi berfokus pada pemilu baru. Tapi, demikian de Volkskrant mengingatkan, krisis keuangan saat ini menuntut tindakan drastis dan segera.
Pemilu
Walaupun PVV mencabut dukungan terhadap pemerintah minoritas, harian pagi Trouw mengatakan negeri ini untuk beberapa saat masih bisa diperintah oleh kabinet interim PM Mark Rutte. Menurut Algemeen Dagblad pemilu harus dilaksanakan. Kemungkinan bulan September mendatang.
Kampanye pemilu akan berjalan sengit menyusul serangan terhadap Wilders bahwa ia “mengabaikan nasib 16 juta warga Belanda.” Demikian Algemeen Dagblad.














Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.