Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Wartawan Kasus Boere Bebas

Diterbitkan : 10 Februari 2012 - 2:50pm | Oleh Derk Marseille (Foto: ANP)
Diarsip dalam:

Dengan wajah penuh kemenangan Jelle Visser dan Jan Ponsen menatap pemred mereka. Kedua wartawan Belanda tersebut baru saja divonis bebas oleh hakim Jerman atas tuduhan melanggar privasi karena secara diam-diam merekam percakapan dengan penjahat perang Heinrich Boere.

Ketika pagi hari duduk di ruang sidang kotamadya Eschweiler, tempat tinggal Boere, kedua wartawan masih terancam hukuman penjara. Jan Ponsen mengaku ‘tidak bisa tidur’. Mereka biasa meliput proses hukum, tapi kini mereka sendiri digugat di luar negeri dalam kasus pidana. Selain dua pengacara Jerman, hadir juga pengacara Belanda.

Cara paling ampuh
Boere sendiri, 88 tahun, tidak hadir di ruang sidang. Menurut Rahmlov pengacaranya, “dia mau saja datang, tapi keadaan fisiknya tidak memungkinkan.” Warga Belanda ini dirawat di rumah sakit penjara sejak beberapa minggu. Tahun 2010 ia divonis hukuman penjara seumur hidup karena membunuh tiga anggota perlawanan Belanda tahun 1944.

Tahun 2009 kedua wartawan Belanda ingin mewawancarai Boere soal proses hukum yang akan digelar. Tapi semua permintaan mereka ditolak. Dan personil di rumah jompo Boere tidak mau menyambungkan telpon. Lalu Visser dan Ponsen memutuskan memakai cara yang paling ampuh, yaitu dengan kamera tersembunyi. Mereka tidak tahu bahwa undang-undnag privasi Jerman lebih ketat daripada di Belanda. Soal itu hakim berkata: “Anda seharusnya mencari tahu, tapi tidak melakukannya. Karena itu anda melakukan kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.”

Kepentingan masyarakat
Hakim lebih menitikberatkan kepentingan liputan. Visser dan Ponsen mengatakan ingin memperlihatkan sisi lain dari Boere melalui wawancara pribadi. Perlu diingat bahwa proses pengadilan Boere dijadwal beberapa minggu lagi, tapi rasa salah dan penyesalan nyaris tidak tampak di situ. Padahal itulah yang sangat penting bagi sanak saudara korban.

Dinja Bicknese dan Annie Schröder-Schilte mengikuti sidang dengan seksama. Selaku anggota komando balas dendam NSB, Boere membunuh apoteker Bicknese tahun 1944. Pemilik hotel Schilte ini diangkut berkat penyusupan Boere di kota Helden-Panningen, provinsi Limburg, Belanda selatan, tempat persembunyian kaum yang dicari Nazi Jerman.

“Cukuplah sudah,” kata Annie Schröder-Schilte seusai vonis bebas. “Kini orang Jerman sadar bagaimana caranya.” Bicknese: “Bagi saya memang emosional melihat rekonstruksi kematian kakek saya di ruang sidang Jerman di depan hakim Jerman sebagai bagian kasus ini.”

Kasus luar biasa
Pengacara Boere mengatakan pembebasan wartawan ini bisa berdampak setiap orang tanpa pikir panjang menenteng kamera tersembunyi. Tapi hakim membantahnya sambil berkata: “Ini kasus yang luar biasa. Unik.” Hadirin lega. Thomas Bruning, ketua asosiasi junalis Belanda, NVJ, menyebut putusan hakim “kemenangan bagi jurnalisme.” Pemred Visser dan Ponsen senada: “Lain kali kami akan melakukan cara yang sama.”

Kedua pemain utama merayakan vonis bebas dengan minum anggur seusai sidang. Pengacara Boere satu-satunya yang kecewa siang itu. Ia akan memberitahu kliennya. Jaksa Agung pun memihak pembela. Sebelumnya ia menuntut vonis bebas. “Kepentingan masyarakat akan dokumen bersejarah lebih besar daripada pelanggaran privasi bapak Boere.”

Sebelum pintu pengadilan ditutup, wartawan Visser berkata: “Saya harap cerita ini ditanggapi serius di Belanda. Boere adalah salah satu penjahat terbesar Belanda yang masih hidup.” Dengan kata lain proses di ruang sidang kecil Eschweiler ini adalah kasus besar.

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET