Sampai sekarang penerbangan di bandara Schiphol, Belanda, seperti halnya bandara-bandara besar di Eropa lainnya, masih ditutup. Wilayah udara di kawasan tersebut, masih saja diliputi awan-berdebu akibat letusan vulkan di Islandia.
Radio Nederland Wereldomroep menguhubungi Fidaus Dahlan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, yang menjelaskan upaya apa yang dilakukan pihaknya untuk membantu warga Indonesia yang tertahan di bandara Schiphol tersebut.
Firdaus Dahlan [FD]: Dapat kami jelaskan, KBRI Den Haag selalu memantau perkembangan situasi di lapangan. Tentang stranded-nya banyaknya warga negara Indonesia di berbagai airport di Eropa, khususnya di Schiphol. Setiap hari KBRI selalu mengirim dua orang staf protokol di sana, selalu standby, untuk memberikan pertolongan-pertolongan yang sekiranya dibutuhkan oleh warga negara Indonesia yang mungkin stranded saat ini di Schiphol.
Tetapi secara khusus sampai saat ini belum ada laporan atau telepon dari warga Indonesia yang meminta pertolongan khusus dari Schiphol. Karena ada beberapa, tetapi sudah kami lakukan pertolongan, bahkan kami bawa keluar, kemudian atas permintaan yang bersangkutan, juga melanjutkan perjalanan melalui darat, dengan kereta api. Tapi sejauh ini yang secara khurus. belum ada permintaan. Tapi staf kami sudah berjaga-jaga terus.
Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Berapa jumlah warga Indonesia yang tertahan di Schiphol itu?
FD: Ini sangan sulit untuk memperkirakan secara pasti. Karena sebetulnya, Schiphol ini adalah stasiun transit oleh kebanyakan warga negara Indonesia yang pergi ke berbagai negeri di Eropa. Karena bandara-bandara lainnya di Eropa juga ditutup, maka mereka itu banyak juga yang stranded di luar Schiphol. di luar Belanda sebetulnya. Nah secara persis sulit kita untuk mengetahui, karena WNI yang juga kebetulan juga ada di sini, mereka juga sudah keluar dijemput oleh para keluarga mereka. Jadi sudah ada escape-nya.
RNW: Jadi para warga Indonesia ini berada di Schiphol dalam perjalanan dari Belanda ke negeri lain, atau mau pulang ke Indonesia?
FD: Ada yang dalam perjalanan ke negara lain, ada juga sebaliknya gitu. Tapi tidak bisa kami pantau secara persis, karena mereka yang umumnya mau berangkat itu punya keluarga relatifnya di sini. Mereka langsung ke luar, dijemput oleh keluarganya, dan ada juga yang melanjutkan perjalanannya dengan kereta, dengan jalan darat.
RNW: Sampai sekarang dari pihak bandara Schiphol sendiri anda belum mendapat informasi, sampai kapan kira-kira keadaan seperti ini?
FD: Perkembangan di lapangan yang kami dapatkan, ada yang sedikit menggembirakan. Katanya KLM sudah mulai membuka beberapa penerbangan, dan sementara penerbangan-penerbangan lain, seperti Malaysia atau Singapure Airline kelihatannya masih belum berani memberikan suatu konfermasi yang pasti, kapan mereka itu akan membukan secara normal penerbangan mereka ke berbagai destinasi penerbangan.
Silakan klik tanda panah di bawah untuk mendengarkan wawancara lengkap.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.