Prancis menuntut pembebasan warganya, seorang wanita yang bekerja sebagai asisten Universitas Isfahan. Wanita berusia 23 tahun ini ditahan ketika mau pulang, ia dituduh mata-mata karena ikut demonstrasi menentang hasil pemilihan presiden dan memotret unjuk rasa ini. Menteri luar negri Prancis Bernard Kouchner menyatakan tuduhan mata-mata terhadap wanita berusia 23 tahun ini tidak masuk akal. Sebelumnya Iran juga menyandera staf kedutaan besar Britania Raya, seorang masih ditahan. Iran kembali memperingatkan Barat tidak campur tangan dalam masalah dalam negrinya. Peringatan ini dikeluarkan pemimpin tertinggi Iran, ayatollah Ali Khamenai.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.