Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Sabtu 25 Mei  
Enter a description of the photo here
Map
Kiev, Ukraina
Kiev, Ukraina

Ukraina Tarik Napas Lega

Diterbitkan : 11 Desember 2009 - 5:24pm | Oleh Thijs Papôt
Diarsip dalam:

Ukraina akhirnya bisa menarik napas lega. Organisasi sepakbola Eropa UEFA akhirnya memutuskan bahwa negara itu diperbolehkan menjadi penyelenggara putaran Piala Eropa 2012, bersama dengan Polandia.

Sebelumnya, Ukraina dinilai terlalu lambat dalam persiapan oleh UEFA. Untuk Ukraina, kepentingan komersial dan simbolis putaran piala dunia ini sangat besar. Karena, negara yang tidak sanggup menyelenggarakan acara macam ini, tidak akan lagi diperhitungkan di Eropa.

"Di lapangan ini, Belanda akan bermain di final," ramal Dirck Smits van Oyen, ketika berada di stadion yang pernah digunakan untuk Olimpiade, di Kiev. Skenario tersebut tidak hanya bergantung pada kemampuan tim Oranye menggoyang bola, tapi juga tergantung pada keputusan UEFA apakah mereka akan memakai stadion tersebut.

Kejutan
Tiga tahun lalu Smits van Oyen berhasil mengubah paradigma UEFA  terhadap Ukraina. Atas usahanya, persatuan sepakbola UEFA akhirnya memutuskan kalau Ukraina cocok jadi tuan rumah -bersama negara tetangga Polandia.

Sangat mengejutkan bahwa Ukraina dan Polandia yang dipilih pada April 2007 ketimbang - misalnya - Italia. Sekarang, waktunya membuktikan bahwa keraguan para kritisi tidak beralasan. yang berpendapat Ukraina tidak akan mampu mengadakan pagelaran akbar tersebut.  

Pembangunan infrastuktur guna mendukung Piala Eropa di negara tersebut terus berlangsung: las, semen, beton. Para pekerja bekerja terus-menerus selama 7 hari seminggu untuk mewujudkan rencana pembangunan. Di bagian timur, ring kedua dibangun. Bagian ini diperkirakan bisa menampung sekitar 80.000 tempat duduk.

Krisis Besar-besaran
"Stadion macam ini pasti akan selesai," kata Smits van Oyen. "Sebenarnya, tantangan terbesar terletak di infrastruktur umum, seperti bandara dan akomodasi hotel."

Bahwa suatu negara dipersilakan menggelar event akbar macam Piala Eropa, pasti akan menimbulkan momentum untuk perbaikan infrastruktur negara tersebut. Di lain pihak, infrastruktur yang baik adalah syarat mutlak agar dibolehkan mengadakan pertandingan ini.

Ukraina berharap bisa menarik banyak investor luar negeri. Tapi krisis ekonomi tak kunjung pergi. Sayangnya lagi, krisis ini lebih parah menghantam Ukraina ketimbang negara-negara Eropa lainnya. Pembiayaan Piala Eropa sekarang sangat bergantung pada modal privat yang harus digali dari kantung-kantung pengusaha kaya Ukraina.

Investasi menarik
Untuk orang-orang seperti Renat Achmetov, lelaki terkaya di Ukraina, sepakbola adalah ladang investasi menarik. Ia sudah menandatangani pembiayaan Donbass Arena di Donetsk. Milyarder Aleksandr Yaroslavskii juga melakukan hal yang sama di Charkow.

Toh, para milyarder lebih memilih masa bodoh soal kewajiban-kewajiban turnamen. "Pokoknya, kita harus meyakinkan para pengusaha kalau investasi ini bisa mendatangkan uang," kata Smits van Oyen. "Tapi membangun hotel bintang lima - seperti yang diperintahkan UEFA - di kota tambang macam Donetsk tidak akan dilihat sebagai investasi menarik," tampik jurnalis Fidel Pavlenko.

Tanpa bandara dan hotel mahal, pesta olahraga ini tidak akan berlangsung, begitu kira-kira. Jika itu yang terjadi, UEFA bisa memutuskan untuk menggelar sebagian besar turnamen ini di Polandia. Musim panas lalu, ketua UEFA Michel Platini mengemukakan keraguannya di Warsawa. Ia tidak yakin Ukraina mampu menyelenggarakan turnamen ini. Sebenarnya, sampai sekarang Kiev baru dipastikan mengikuti kejuaraan Piala Eropa, dan bukan menyelenggarakan pagelaran akbar tersebut.

Kewajiban Moral
Kemungkinan gagal menjadi tuan rumah sangat menyakitkan bagi penggila bola Ukraina. Dengan klub-klub seperti Dynamo Kiev dan Shaktar Donetsk, Ukraina sudah bertahun-tahun menggocek bola di lapangan untuk merebut Piala Eropa - sedangkan hal yang sama tidak terjadi di Polandia. Jadi, tekanan besar melanda milyarder penggila bola untuk ikut serta membantu masalah finansial, kata Fidel Pavlenko. "Politisi mengatakan kepada para milyarder: cara kalian mendapatkan uang tidak selalu transparan atau legal. Sekarang adalah kewajiban moral kalian untuk menebus hal itu."

Akan ada empat kota Ukraina yang akan menyelenggarakan Piala Eropa. Di Ukraina sendiri, tak seorang pun meragukan kemampuan negara ini menjadi tuan rumah.

Ukraina tidak akan membiarkan dirinya gagal, karena kepentingan untuk menyelenggarakan turnamen ini sangat besar, kata Dirck Smits van Oyen. "Negara ini berambisi besar untuk jadi bagian dari Eropa dan dianggap sejajar dengan negara-negara Eropa lainnya. Turnamen ini akan memberikan mereka kesempatan untuk melangkah dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Karena kemampuan menyelenggarakan event akbar macam ini akan membuat Ukraina diperhitungkan."

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...