Peneliti Belanda mengembangkan sistem yang memungkinkan regu bantuan menyaring informasi relevan dari Twitter. Aplikasi itu akan dipaparkan pada konferensi Wolrd Wide Web 2012 di Lyon, Prancis.
Sistem Twitcident itu tercipta berkat kerjasama sebuah perusahaan di Amsterdam, peneliti di Universitas Teknik Delft dan lembaga think tank TNO. Para peneliti berhasil mengembangkan algoritme, di mana dalam sebuah insiden besar semua tweets yang relevan dapat dilacak dan disaring.
Begitu diberitakan ada bencana di manapun di dunia, maka berita di Twitter akan membanjir. Banyak di antara berita hanya berupa laporan atau retweet dari sebuah insiden, namun di antaranya juga ada yang berguna buat polisi atau pemadam kebakaran.
Informasi berharga
Informasi berharga itu akan dikumpulkan oleh Twitcident dalam satu halaman web. Untuk kerusuhan besar seperti serangan teror, gempa bumi atau banjir maka para petugas bantuan bisa mendapatkan informasi soal lokasi, korban, jalan yang terblokir atau orang-orang yang mengungsi.
Dengan bantuan peta, foto dan statistik di situs itu maka polisi dan pemadam kebakaran mendapat gambaran jelas tentang situasi tersebut.
Tugas terbesar adalah menyaring informasi yang relevan dari membanjirnya berita di Twitter, kata Fabian Abel, salah satu pencipta Twitcident tersebut. “Tentu saja tidak sembarangan menyaringnya. Ada beda antara orang yang terbakar lidahnya dengan orang yang rumahnya terbakar. Twitcident cukup pintar untuk membedakannya.”
Kembang api ilegal
Sejumlah korps polisi Belanda telah mengujicoba Twitcident. “Pada pergantian tahun, sebuah korps polisi ingin diinformasikan lewat Twitcident tentang kembang api ilegal dan pembakaran. Kami menyetel sistem pada permintaan spesifik tersebut dan mereka bahkan berhasil melakukan penangkapan,” kata Abel.
Sistem ini bisa dipakai di mana pun di dunia jika terjadi gempa bumi, bencana atau kerusuhan. Tapi juga penyelenggara acara dan festival besar bisa memakainya.
Akhir bulan ini sistem juga dipakai pada Hari Ratu sebagai ujicoba. Ratusan ribu orang Belanda turut merayakan hari raya nasional ini, dengan atau tanpa membawa alkohol. Dalam keadaan seperti ini sangat bermanfaat untuk mengamati situasi lewat media sosial.
Rezim otoriter
Teknik untuk secara efektif menyaring banjir berita di Twitter untuk mencari (rencana) gangguan ketertiban, tentunya juga bisa dipakai rezim otoriter. Misalnya untuk menganalisa tweet dari lawan politik. Twitcident tentu saja tidak dimaksud untuk hal itu.
“Sistem tidak bisa disalahgunakan. Dalam prakteknya akan seperti berikut: Pelayanan bantuan darurat memberitahu kami di mana mereka ingin memonitor sebuah kejadian tertentu. Kami menyetel aplikasi sedemikian rupa sehingga sesuai permohonan mereka. Kami mengutamakan ketertiban umum, untuk menyelamatkan nyawa dalam kecelakaan atau bencana besar,” demikian Abel.
Twitcident masih dalam tahap ujicoba. Pekan ini penemuan tim peneliti akan diumumkan pada konferensi World Wide Web 2012 di Lyon, Prancis. Setelah itu akan menjadi jelas seberapa efektif sistem ini dalam praktek.













Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.