Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
elfstedentocht
Avatar Dina Wiyasti
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Tur Sebelas Kota Batal, Belanda Menangis

Diterbitkan : 9 Februari 2012 - 4:23pm | Oleh Dina Wiyasti (Foto: ANP)
Diarsip dalam:

Ketebalan es menjelma menjadi linangan air mata saat warga Belanda mendengar pengumuman bahwa kompetisi maraton seluncur es Tur Sebelas Kota (Elfstedentocht) batal diadakan. "Kita tidak bisa mengontrol alam," kata manager tur asal propinsi Friesland.

Belanda berduka atas urungnya "tur dari segala tur" yang hampir saja akan diselenggarakan tahun ini. Berbagai surat kabar pagi Belanda menggambarkan kedukaan tersebut di halaman-halaman koran mereka.

Sia-sia
"Tur Batal!" jerit surat kabar De Telegraaf dalam bahasa Frisian di halaman mukanya. "Saya tidak punya kabar baik." Begitu ketua asosiasi tur Wiebe Wieling memulai pengumumannya untuk mengabarkan bahwa semua kegilaan dan demam tur kebanggaan yang terjadi minggu ini sia-sia belaka.

"Begitu dekat, dekaaat sekali. Sangat membuat frustasi!" kata Wieling dengan "suara serak".

"Akhir pekan ini diperkirakan es akan mencair. Setelah suhu membeku sepuluh hari berturut-turut, kita sudah mendekati garis akhir. Kami telah memeriksa ketebalan es meter demi meter... tapi keselamatan selalu jadi standar utama kami."

Dan kata-kata tersebut, tulis harian AD, sontak mengakhiri euforia Tur Sebelas Kota di Belanda.

Tetap optimis
Tapi kaum optimis sejati tidak gentar dengan pengumuman. Mereka mengacu pada tiga tahun ketika awalnya lomba ini dibatalkan tapi tiba-tiba karena cuaca yang semakin dingin akhirnya tetap diselenggarakan.

Tahun 1940, 1947 dan 1985 lapisan es yang tiba-tiba mencair, menghentikan euforia persiapan Tur Sebelas Kota. Tapi beberapa minggu kemudian, umbul-umbul acara kembali ditegakkan tanda jadi dilaksanakannya acara ini.

Berbagai surat kabar menurunkan rangkaian foto seputar persiapan tur - close-up wajah kecewa Wieling, analisis ketebalan es lengkap dengan peta, tentara menyapu salju dari rute alternatif dan ekspresi kecewa pengunjung kafe di Friesland setelah pengumuman.

Pembesar hati
"Jangan berkecil hati dulu, ini ada penghiburnya; bir sedingin es." Koran AD menurunkan foto meja-meja kafe yang diatur di tengah kanal membeku di tengah kota Leiden. Atau rute hiking di tengah-tengah laut Wadden.

Harian Trouw menunjukkan foto para backpacker sedang melintasi cakrawala air asin yang membeku. "Bekunya laut Wadden adalah momen langka," tulisnya. "Air garam baru bisa membeku pada suhu minus empat derajat Celcius."

Sementara itu, "pawang es", Jan Oostenburg - orang yang berkuasa atas keamanan es dalam penentuan tur - memberikan sarannya di AD. "Yang penting keluar rumah dan nikmati hamparan es yang mengagumkan. Ada begitu banyak rute cantik untuk berselancar es."

Alternatif
De Telegraaf menuliskan tiga orang yang sudah melaksanakan nasihat tersebut. Mereka keluar dan melakukan maraton Tur Sebelas Kota mereka sendiri, tanpa semua tetek bengek pos stempel maraton, medali dan sorak sorai penonton.

"Sebuah rencana spontan dan penuh improvisasi dengan sedikit persiapan. Acara Tur Sebelas Kota harusnya memang tidak tergantung pada keputusan-keputusan dari pengawas kota."

Surat kabar yang sama mengorganisir acara alternatifnya sendiri: "Kompetisi legendaris," di lingkaran kanal Keizersgracht di Amsterdam. Acara ini punya sensasi tambahan karena diadakan di malam hari: "Tembakan start akan dilepaskan pada pukul enam sore hari, diawali dengan berangkatnya grup anak-anak perempuan dan laki-laki berusia di bawah 14 tahun."

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET