Bunga tulip jenis lama, sudah berabad lalu hilang tergeser jenis baru. Musim semi ini "het Rijksmuseum" menggelar pameran lukisan bunga tulip Abad Keemasan.
Jenis tulip berwarna-warni perlahan mulai muncul lagi di pasaran. Dan tentu saja penanam dari Belanda yang menciptakan jenis-jenis baru ini.
'Bruit van Leide', 'La Bella Sultana', 'Spinnekoop' atau 'Admiraal Pottenbacker'. Itulah nama-nama tulip dari abad 17. Semua bisa disaksikan di ruangan sebelah lukisan tersohor "Nachtwacht" karya Rembrandt. Lukisan bunga tulip itu karya Jacob Marrel dan seniman lainnya dari periode yang sama. Sangat akurat. Museum negara Het Rijksmuseum Amsterdam memamerkan lukisan tulip dari 2 Maret sampai 1 juni 2010, menjelang musim bunga-bunga tulip berkembang.
Di samping 20 lukisan tulip yang tergantung di dinding, juga terdapat dua buku antik di dalam lemari kaca. Paling utama adalah buku tulip karya Jacob Marrel. Sebuah benda langka dari periode 1637 sampai 1639.
"Yang langsung mencuri perhatian adalah, semua tulip memiliki dua warna. Pada abad ketujuh belas (1600an), orang tidak suka bunga tulip yang hanya satu warna, merah atau ungu. Mereka selalu ingin tulip dengan dua warna. Yang juga penting adalah lukisan tulip dengan permainan warna," kata kurator Marijn Schapelhouman dari museum negera, het Rijksmuseum.
Umbi
Bentuk bunga dan daun yang juga berubah-ubah dibanding rata-rata tulip zaman sekarang yang tumbuh di Belanda dan jumlahnya sampai milyaran untuk keperluan ekspor. Pada Abad Keemasan bunga tulip juga sudah sangat berharga, sebenarnya umbinya.
Ketika itu Belanda baru beberapa puluh tahun mengenal bunga tulip. Saat itu benar-benar muncul semacam tulip mania. Beberapa pedagang bahkan sampai meraup untung besar dari umbi tulip. Tapi mulai pada tahun 30-an abad ketujuh belas (1630an), perdagangan tulip akhirnya sepi juga.
Virus
Beberapa abad terakhir ini pengusaha perkebunan tulip Belanda mulai menciptakan jenis tulip baru. Berkat uji coba dan penyilangan yang memakan waktu lama, akhirnya muncul jenis-jenis baru ini. Para peneliti juga menemukan virus dalam umbi yang menciptakan efek warna menyala pada bunga tulip. Tapi umbi sakit ini tidak bisa dikembang biakkan. Pemantauan kesehatan umbi sangat ketat. Karena kepentingan ekonomi yang tinggi, maka ras kuno menghilang dari perdagangan.
Hortus Bulborum
Di taman bunga, Hortus Bulborum dekat Alkmaar terdapat ribuan jenis umbi yang berbeda. Pada sebuah petak kebun yang terpisah terdapat varietas yang sangat tua, kata kurator Joop Zonneveld. "Itu adalah sebuah museum hidup, sebuah bank gen dari umbi-umbian bunga. Tulip tertua yang kami miliki berasal dari tahun 1595, tapi kami juga memiliki ras dari 1620 dan 1700 yang sekarang disebut tulip Rembrandt. Setiap tahun motifnya berubah-ubah, karena virus mosaik tulip."
"Jika Anda menggabungkan bunga tulip yang terkena virus dan tulip biasa dalam satu vas, maka tulip yang sehat lebih tahan lama. Tetapi para pengunjung taman kami sangat suka dengan tulip jenis kuno," kata Joop Zonneveld dari Hortus Bulborum.
'Barang Indah'
Kebun bunga terbesar di dunia terdapat di ujung utara propinsi Noord Holland. Jan Ligthart, penanam bunga disana sudah 30 tahun berkecimpung dalam menciptakan varietas tulip sendiri. "Kami membuat ribuan persilangan dan satu diantaranya berhasil jadi barang indah. Dari mulai benih pertama sampai menjadi umbi, kemudian tembus ke pasar ekspor butuh waktu delapan belas tahun. Coba saja Anda bayangkan."
Ligthart punya ladang luas di sekeliling gudang umbinya, sekarang tertutup jerami. Umbi yang di dalam tanah siap akan muncul jadi tunas. Di antaranya juga terdapat beberapa jenis bunga tulip motif api, seperti Zomerschoon dan jenis-jenis kuno lainnya. Ligthart sendiri yang mempersilangkan jenis itu.
Permintaan dan Tawaran
“Amerika adalah pasar terbesar untuk tulip motif api. Orang Amerika suka akan nostalgia. Sementara pasar untuk tulip Rembrandt ini sangat luas, tetapi ladang pemasoknya masih terbatas. Permintaannya melebihi penawaran. Tapi, katakanlah, mulai sepuluh sampai lima belas tahun lagi produksinya akan bisa memenuhi permintaan."
Ada beberapa perkebunan umbi tulip saja yang mengkreasikan sendiri jenis-jenis baru. Ligthart telah membuat sekitar 170 spesies, sebagian diberi nama selebriti, termasuk Pangeran Willem-Alexander. Tetapi ia tetap mengistimewakan tulip jenis "kuno". "Bagi saya itu sangat istimewa sekali, juga jika itu sudah berkembang di tanah. Rasanya bahagia sekali menyaksikannya."



















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.