Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Kamis 20 Juni  
tank leopard
Avatar Agrar Sudrajat
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Transaksi Jual Beli Leopard Nyaris Tuntas

Diterbitkan : 8 Mei 2012 - 10:25am | Oleh Agrar Sudrajat (Foto: simononly)
Diarsip dalam:

Dua media Belanda, Mediawatch dan harian De Volkskrant menyorot keputusan kabinet demisioner untuk menjual tank bekas jenis Leopard ke Indonesia. Demikian menurut beberapa sumber dari kalangan pemerintah Belanda pada harian De Volkskrant, yang juga menjadi rujukan Mediawatch.

Menurut Mediawatch, kabinet Belanda pada awalnya tidak mendukung transaksi ini. Tapi atas desakan Menteri Pertahanan Hans Hillen, akhirnya setuju juga. Menteri ini harus melakukan operasi penghematan anggaran dan sangat membutuhkan dana hasil penjualan senilai 200 juta euro.

Terkait:

Menurut De Volkskrant, operasi penghematan di departemen pertahanan memangkas anggaran sekitar satu miliar euro.

Nyaris tuntas
Selanjutnya De Volkskrant menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Uri Rosenthal mendukung transaksi ini. Argumennya, tidak ingin menyinggung perasaan kalangan pemerintahan di Jakarta. Dengan demikian, transaksi jual beli ini, dari sudut pandang kalangan pemerintahan, bisa dikatakan nyaris tuntas.

Namun, lain di kabinet, lain pula di parlemen. Kabinet Belanda harus melaporkan rencana jual beli ini pada parlemen.

HAM
Beberapa waktu lalu, melalui dukungan pada mosi Arjan al Fassed, dari partai Groenlinks (Kiri Hijau), mayoritas suara di parlemen Belanda juga menentang penjualan ini. Mereka menilai, transaksi ini bertentangan dengan kebijakan hak azasi manusia Belanda.

"Militer Indonesia melanggar hak azasi manusia. Dengan penjualan senjata ini, kabinet demisioner membantu pelanggaran tersebut," demikian Arjan al Fassed pada saat pengajuan mosi.

Kondisi geografi
Alhasil, masih ada kemungkinan, parlemen Belanda akan melarang transaksi jual beli ini. Di Indonesia sendiri, demikian lanjut De Volkskrant, berbagai kalangan di DPR telah menyatakan tidak menyetujui pembelian senjata berat ini. Mereka menilai tank Leopard tidak cocok dengan kondisi geografi Indonesia.

Singkat kata, meskipun kabinet Belanda telah memutuskan bersedia menjual senjata berat ini pada Indonesia, masih belum pasti, apakah transaksi ini memang akan terjadi. Yang jelas, jika rencana ini batal, Jerman dan Rusia sudah siap untuk memasok tank buatan mereka pada Indonesia. Demikian Mediawatch dan De Volkskrant.

Diskusi

Anonymous 28 Mei 2012 - 7:19am

Belanda tengsin gan..ekonomi INDONESIA sudah di atas belanda..sekarang para babunya dulu ikut tengsin juga...lagian udah gak jadi juga beli ke belanda...enakan ke Jerman..ada TOT pula..

Extrimist 17 Mei 2012 - 10:20am

Beli Leclerc saja atau T 90.. Russia pasti kasih discount yg banyak.. malu karena sama gunung Salak !!

watileteberteletele 15 Mei 2012 - 5:02pm

aku dukung indonesia beli senjata muktahir apapun itu pesawat tempur, tank ampibi kapal selam senjata canggih apapun itu semuanya untuk mempertahankan teritorial kita negara tetangga macam singapur saja lebih tangguh alusistanya kita harus lebih tangguh denagan luas wilayah yang begitu besar kita harus lebih banyak membeli senjata itu harus bila belanda menolak masih ada jerman, amerika dan rusia

Eric Papua 14 Mei 2012 - 4:01am

Rupanya ada yang berharap agar transaksi tank Leopard ini gagal ya ?
http://www.youtube.com/watch?v=f_0iJSIXcaE&feature=youtu.be

Agustadi 13 Mei 2012 - 10:34pm

Tahun 2008 pemerintah NKRI telah membli 17 unti Thank dari Rusia. Dan telah membayar $.50 juta USA. Sekarang masih dalam rencananya untuk membeli lagi. Jadi sebaiknya beli saja di Rusia karena jauh lebih murah dari beli di Eropa atau Belanda. Apa lagi katanya dalam 1 menit saja bisa menembaki 250 meter. Untuk itu, kalau masih ada 250 juta Dolar USA, sebaiknya beli saja di Rusia supaya secepatnya semuanya terbakar bersama thank thanknya dan bukan ditembak musunya. Karena tidak ada musuh yang mau bermusuhan dengan Indonesia, kecuali orang gila yang digilakan.

Jammes Remase 9 Mei 2012 - 10:07pm

Bayar ajalah, 200 juta Ero ke belanda, nanti pinjam lagi dimanake, terserah, Yang penting, 200 juta Euro kontant ditangan pemerintah Belanda. nanti baru omongkosong lagi, itu soal belakang. Yang penting 200 juta Euro masuk kantong Belanda. Supaya tercemplung dalam got. Ha ha ha,,,,,,, Utang Indonesia semakin bertumpuk dan terus bertumpuk. kemudian ditumpukan. Utang luar negeri Indonesia sebanyak 1816 triliun rupiah. Belanda tidak punya utang, tapi menjual senjata kepada Indonesia yang punya banyak utang. Dimanakah logikanya? Yang penting uang masuk kantong Belanda dan keluar dari kantong Indonesia. ha ha ha, hura, Belanda ketawa Indonesia hura,,,,.

Bella 17 Mei 2012 - 10:08am

Yang utangnya banyak justru Eropa mas... kalau gak ngerti jangan banyak bacot .. dasar antek asing !!!

Agustadi 13 Mei 2012 - 6:59pm

Pemerintah NKRI di Jakarta berharap bahwa, dengan penjualan GAS BUMI dalam Territorial Integritas Republik Maluku Selatan itu, bisa mendatangkan banyak uang kepada Indonesia, nyatanya tidak bisa karena itu adalah hak milik Negara dan Pemerintan Republik Maluku Selatan yang dipimpin oleh President John Wattilete diperasingan.

Jadi kalau untuk membeli peralatan TNI dari Belanda, tidak ada lagi uang untuk mencukupi pengeluaran negara yang terlalu besar jum;lahnya itu. Untuk itu, mungkin tidak bisa beli. Karena tidak ada uang yang memudahkan menutup pengeluaran dimaksud. Karena Gas Bumi di Maluku itu, itu bukan hak milik NKRI tetapi RMS. Sayonara. Hidup RMS dan mena murialah.

jamal el ramses 12 Mei 2012 - 8:14pm / indonesia

tertawalah kamu,semakin kamu tertawa semakin terlihat rasa ketakutan kamu terhadap indonesia,negara yg kamu benci tapi sekarang berlahan-lahan mulai bangkit untuk membeli harga dirimu.

Agustadi 13 Mei 2012 - 10:49am

Tak usah ya, kalah dan jatuh melulu. Politik jual beli, kalah dan akhirnya jatuh pada kedalaman 1600m dari Gunung Salak di Bogor. Tau ngga? Kalau pesawat terbaru, bisa SUPERJET 100 jatuh, apa lagi TANK LEOPARD yang mau dibeli? Beli ajalah sana supaya cepat menghabiskan uang kas negara itu kemudian pinjam lagilah. Yang penting bayar duluan. Benar ngga? Bukannya Belanda tidak mau jual, melainkan harus ada uang tunai baru dilepaskan. Jadi jangan bodoh, Belanda mau jual asal dibayar kontant 200 juta Euro dan dikirim ke Jakarta untuk SBY. Gitu caranya, tertunda penjualan itu, bukan karena HUMANITER, melainkan UANG, DUIT 200 juta Euro kes dan semuanya dikirim ke SBY di Jakarta. Jadi bayar duluan, bukan pakai tunggu. Tidak ada tunggu, kes.

Anonymous 10 Mei 2012 - 10:08am

Indonesia sudah beralih ke lain negara untuk beli tank, ngapai juga berurusan dengan negara kecil yang sok ngurusin ham, padahal sejarah nya penuh dengan pelanggaran ham. Jammes, kalau anda ingin jalan2 ke Indonesia tolong kasih kabar ke kami ya...

Jammes Remase 10 Mei 2012 - 5:42pm

apa yang harus ditakutin, memangnya kalian itu manusia manusia pembunuh seperti di Checheni di Rusia sana? Nongkrong lu. Gua kentut mulutmu. Dasar manusia manusia banci dan penjilat pantat kerbau, omongannya, seperti ditanah Arab saudi aja. SBY mau ke ambon, awas jatuh dengan pesawatnya lalu aku tertawa terbahak bahak seperti kemarin penerbangan perdana di Jawa barat itu.

Ade Gondel 9 Mei 2012 - 12:27pm / Indonesia

YO'I. . . . EMANG BELANDA GA MELANGGGAR HAM GITU KETIKA MENJAJAH INDONESIA.

jamal el ramses 12 Mei 2012 - 8:30pm / indonesia

noda hitam di atas kertas putih,itulah dirimu'james'noda berwarna yang lupa darimana dia berasal,kamu kira kamu bermata biru,,,oh sayang sekali tidak,,,bahkan matamu lebih menjijikan dari si rambut gimbal..tertawalah kamu,banggalah kamu,dan kabarkanlah kebencianmu itu kepada kaummu,supaya kamitau noda hitam yg menjijikan itu bukan dari kaum kami...jayalah indonesia raya..penguasa asean

Agustadi 13 Mei 2012 - 10:58am

Aku ingin memberikan keterangan kepada kamu bahwa, TNI dan Densus 88 selalu mencari gara gara di Maluku dan Papua Barat, tapi sekarang, Rakyat Malisya selalu mencari gara gara dengan TNI dan POLRI di Kalimantan. Bisakah TNI bertindak kasar seperti di Maluku dan Papua untuk orang Malaisya? Beberapa kali, orang Indonesia ditembek mati oleh POLISI diRaja Malaisya, bisakah TNI mencoba melakukan tembakan terhadap rakyat Malaisya? Pengecut kalian, cuma buat rakyat yang tidak bersenjata kalian bereni, coba aduh dengan Malisaya? Ekornya masuk ke pantat lu.

Bella 17 Mei 2012 - 10:15am

kau duluan yang melanggar HAM.. Setelah kalah kau minta2 tolong sama majikanmu di Belanda !!! Belanda sudah bangkrut !!! Eropa dan Amrik yang banyak utang. Nanti Amrik dan Eropa pasti cari gara2 buat perang lawan Tiongkok, Iran,Korut, Venezuela (Swasta Eropa & Amrik di nasionalisasi di Amerika Latin) dan Russia.. nutupin ekonomi yg bangkrut malah tambah bangkrut..

bambang 8 Mei 2012 - 4:46pm / indonesia

kabinet VS parlemen Netherland, perang aja biar seru >>Indonesia punya option ke Jerman

dr evan 8 Mei 2012 - 3:44pm / INDONESIA

Sebetulnya negara belanda ini niat menjual MBT nya atau tidak? Mohon jangan membawa wacana HAM mengingat negara belanda sendiri memiliki sejarah yang kelam akan HAM di indonesia.

Anonymous 8 Mei 2012 - 3:38pm

MEMANG BELUM PASTI, BELANDA AKAN MENJUAL LEOPARD KE INDONESIA. TAPI YANG PASTI ADALAH INDONESIA TETAP AKAN MEMBELI TANK MBT, "met of zonder Dutch".

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...