Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Cape Town, Afrika Selatan
Cape Town, Afrika Selatan

"Toolkit" untuk Pemerkosa Afrika Selatan

Diterbitkan : 9 Agustus 2011 - 11:11am | Oleh Erik Klooster (Foto: Erik Klooster/RNW)
Diarsip dalam:

Organisasi Belanda bekerja sama dengan organisasi Afrika Selatan mengembangkan program Toolkit for Men untuk para pemerkosa. Di Indonesia, organisasi ini punya proyek serupa yang akan dimulai tahun depan.

Ide untuk membimbing pemerkosa datang dari para korban sendiri, kata Rachel Ploem, dari Rutgers WPF, sebuah lembaga Belanda yang menangani seksualitas. Ploem adalah koordinator proyek ini:

“Perempuannya sendiri yang bilang: kami tidak ingin bercerai atau memutuskan hubungan, namun kami ingin agar kekerasan berakhir. Lakukan sesuatu kepada suami-suami kami. Jadi, sebenarnya, proyek ini adalah permintaan dari korban kekerasan yang datang (…) ke Rutgers WPF.”

Selain itu Rutgers WPF bekerja sama dengan organisasi Afrika Selatan, Mosaic. Mereka meneliti langkah-langkah apa yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan.

Siap
Sekarang program Toolkit for Men siap diluncurkan. Dalam program penyuluhan ini, para lelaki yang ikut serta akan menerima 12 sesi pelatihan. Yang diangkat adalah masalah budaya, agama, hubungan yang sejajar antara laki-laki dan perempuan, komunikasi tanpa kekerasan, dan tentu saja maskulinitas. Dalam pelatihan ini digunakan teknik-teknik yang telah terbukti, seperti teknik time-out ketika mereka merasa agresi datang:

“Pertama, dengan sangat ‘sadar’ mereka akan belajar: apa yang terjadi dengan tubuhmu? Telapak tangan berkeringat, jantung berdebar keras, itu waktunya time-out untuk menenangkan diri. Mereka juga harus membuat kesepakatan dengan pasangan. Agar ketika kembali, mereka tidak akan lagi berada di tengah konflik.”

Budaya Macho
Proyek ini akan dikerjakan oleh sebuah organisasi perempuan, dan itu bisa jadi masalah di tengah budaya macho di Afrika Selatan. Namun Ploem mengatakan, ada juga pekerja laki-laki dalam proyek ini. Dan ia berharap banyak pada New Men’s Movement – atau Gerakan Lelaki Baru - yang muncul akibat ketidakpuasan yang makin bertambah soal definisi maskulinitas.

Pemerkosaan di Afrika Selatan adalah masalah besar, itu disetujui oleh ahli Afrika Peter Hermes. Menurut Hermes, trauma juga memaikan peranan besar dalam hal ini:

“Periode pasca-Apartheid di Afrika Selatan mengakibatkan trauma kepada sekelompok besar masyarakat. Mereka kemudian melampiaskan amarah dan trauma kepada lingkungan sekitar. Pemerkosaan adalah salah satu bentuknya, ini adalah fenomena yang sangat serius dan luas di Afrika Selatan. Bagus sekali ada perhatian untuk hal itu.”

Proyek Panjang
Menurut Hermes, kehakiman Afrika Selatan sekarang menangani pemerkosa lebih keras ketimbang pada periode pasca-Apartheid. Ia mendukung proyek Rutgers WPF, namun menambahkan bahwa ini adalah proyek panjang:

“Jika mereka bekerja sama dengan organisasi lokal – dan tampaknya mereka melakukannya – maka proyek ini akan berhasil. Bagus jika mereka menawarkan keahlian kepada organisasi lokal yang kemudian menggunakan keahlian tersebut. Hanya saja, mereka harus menyadari bahwa mereka memulai proyek panjang, karena masalah macam ini tidak bisa diselesaikan dalam semalam.”

Program Toolkit for Men akan diluncurkan 7 September mendatang di Cape Town. Di Indonesia Rutgers WPF juga memiliki proyek serupa. Namun program mereka di Indonesia baru akan dimulai tahun depan.

Diskusi

Mei Yanti Siagian 4 April 2012 - 8:08am / Indonesia

Aku bekerja disalah satu LSM Perempuan.
Bisakah kami bekerjasama dengan Rutgers tentang penanganan korban pemerkosaan.
Kondisinya di Lingkungan kami masih ada Budaya menjodohkan Korban dengan Pemerkosa. Dan ini sangat menyiksa korban. tapi kadang demi keluarga korban rela berdamai.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET