Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Tonnie Cusell
Avatar tanjung
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Tonnie Cusell, Belum Banyak yang Tahu

Diterbitkan : 1 Maret 2011 - 12:40am | Oleh Eka Tanjung (Google)
Diarsip dalam:

Stefano Lilipaly muncul di Jakarta Selasa ini didampingi pria tampan. Namanya Tonnie Cusell Lilipaly. Pria 28 tahun itu adalah sepupunya dan ternyata bisa juga main bola.

Stefano Lilipaly muncul di Jakarta Selasa ini didampingi pria tampan. Namanya Tonnie Cusell Lilipaly. Pria 28 tahun itu adalah sepupunya dan ternyata bisa juga main bola.

Jam terbangnya bahkan cukup bisa dibanggakan. Saat ini gelandang serang ini bermain di FC Hilversum yang berlaga di Topklasse, Liga ketiga di bawah Eredivisie dan Eerste Divisie.

Karir Panjang
Dia lahir 4 Februari 1983 dan sudah memperkuat berbagai klub di Belanda baik di liga utama maupun liga kedua. Perjalanan karir sejak remaja dari Vitesse Arnhem, RKC Waalwijk, FC Twente, AFC Amsterdam dan terakhir di FC Hilversum.

Menurut pengamatan Radio Nederland, Tonnie Cusell Lilipaly memiliki kecepatan yang bagus dan passing yang matang. Tidak jarang pula dia melesakkan gol dari kiri pertahanan lawan. Walau tubuhnya tidak terlalu tinggi dibanding rata-rata pemain Belanda, tapi skill penguasaan bola cukup bagus.

Di FC Hilversum dia bernomor punggung -7-

Umpan Matang
"Lagi-lagi Tonnie Cusell membuktikan betapa umpan-umpannya sangat matang. Tiga assistnya membuahkan tiga gol mengantar kemenangan FC Hilversum atas HBS," demikian bunyi berita media Belanda mengenai Cusell yang berandil besar dalam kemenangan klubnya.

Berbeda dengan Stefano yang datang hanya untuk urusan timnas U-23 saja, Tonnie Cusell justru membuka kesempatan main di Indonesia "Selama 12 hari ini saya ingin melihat kemungkinan menemukan klub di Indonesia. Kalau cocok ya saya main di Indonesia," ungkap ayah satu anak itu kepada Radio Nederland.  

Suka Indonesia
Bagi Ton, panggilan akrabnya, Indonesia bukan negara yang asing. Dia sudah pernah berlibur ke Bali. Dia sangat menyukai makanan dan keakraban orang Indonesia. Kepada Radio Nederland, Ton menuturkan sudah ada pendekatan dengan beberapa klub di Indonesia tanpa membeberkan nama. "Tunggu saja perkembangannya, nanti pasti dikasih tahu," demikian ungkap pria yang memfavoritkan Gianfranco Zola.

Terkait:


Bintang Sinetron
Melihat penampilannya yang 'boleh lah' itu, Radio Nederland menanyakan minatnya jadi pragawan atau bintang sinetron. "Wah kalau memang tidak ada klub tapi ada yang nawari bayaran tinggi kenapa tidak," selorohnya sambil tertawa.

Semoga Ton bisa sekali dayung dua atau tiga pulau terlampaui. Sukses mengantar Stefano menjadi bintang U-23 Indonesia dan kamu bisa menerobos lini pertahanan lawan dan mencetak beberapa gol. Gak masalah di ISL atau LPI terserah, asal kisruhnya berhenti.
 

Diskusi

Hafidz 1 Mei 2011 - 8:50pm / ID

om tanjung , bagus banget itu lapangannya, padahal "cuma" klub divisi 3 , coba disini divisi 3 rumputnya kayak kolam ikan, ya ampuuun

anas 12 April 2011 - 5:55am / Indonesia

halo OM tanjung..

ompit 2 Maret 2011 - 5:47am

Saya juga selalu bermimpi bisa melihat lapangan-lapangan seperti itu bertebaran di setiap kelurahan; berumput hijau nan rata tanpa grajukan grajukan yang enggak penting yang bisa bikin bola melentang-melinting.Tapi sayang jangankan lihat lapangan, sepanjang mata memandang...ya kalau bukan Mall, yang terlihat cuma tanah kosong...rawa...sawah..dll. Apa susahnya sih bikin lapangan bagus...kan kita banyak tukang kebun..hehe..

wiean khosandra 1 Maret 2011 - 4:03am / Indonesia

om djenol....terherman-herman saya, klub kecil kayak tempat nya tonnie cusell main aja rumputnya sepintas kayak rumput sintetis. gimana ga oke tuh kaki main bolanya, dah terbiasa main bola2 pendek dengan umpan2 akurat.. mbok ya di indonesia itu ga usah buat stadion bagus2, kapasitas 15-20 ribu aja lah..yang penting lapangan nya kayak gini lah.....

Anonymous 2 Maret 2011 - 1:29am / indonesia

makanya kita tidak usah heran, selama kondisi stadion di indonesia seperti sekarang, pemain sebagus apapun jika main di liga indonesia tidak akan maksimal. ditambah dengan tipikal gaya permainan para pemain indonesia yang cenderung keras, akan menambah resiko pemain mendapatkan cedera.

user avatar
tanjung 1 Maret 2011 - 11:28pm / Hilversum Belanda

Wiean.. hehehe.

Kok malah memperhatikan rumputnya..

Itu kalau tidak salah memang sintetis. Untuk umpan-umpan pendek sangat enak sekali, bolanya jadi enggak loncat-loncat tersandung gundukan tanah tidak rata...

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET