Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Tolong, Anak Saya Jadi Radikal

Diterbitkan : 26 September 2011 - 4:18pm | Oleh Marco Hochgemuth (Foto: Gregory Jordan/Narisa)
Diarsip dalam:

Awalnya putra anda cuma penggemar biasa Wilders atau muslim ortodoks. Tapi bagaimana jika suatu saat, anda jadi orangtua Anders Breivik baru, atau Amrozi. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja. Orangtua, sekolah dan lembaga kemanusiaan seringkali tidak bisa berbuat apa-apa.

Radikalisasi bisa terjadi atas sesuatu yang manusiawi dan dari semua zaman, ungkap Jean Tillie, guru besar politikologi Amsterdam. Ia berbicara atas pengalaman pribadi: dulu Tillie seorang radikal anarkis.

"Radikalisme bisa muncul setiap saat. Bisa dalam bentuk radikalisme kiri, radikalisme kanan atau radikalisme muslim. Belanda kini bahkan mempunyai partai radikal dalam parlemen, Partai untuk Kebebasan PVV pimpinan Geert Wilders. Itu bukti bahwa radikalisme dalam sebuah negara demokratis, bisa saja terjadi."

Untuk melacak secara dini radikalisasi, FORUM, organisasi yang meneliti masyarakat multibudaya, mendirikan situs web: omgaanmetidealen.nl. (bagaimana menyikapi cita-cita, Red.). Pengalaman menunjukkan orangtua seringkali tidak tahu atau tidak menganggap radikalisasi serius, pihak sekolah jarang menangani sinyal-sinyal yang ada, dan lembaga kemanusiaan tidak tahu harus berbuat apa.

Bagi orangtua yang cemas akan sifat idealis yang berlebihan dari anak mereka, ada beberapa tanda-tanda pengenal.

1. Anak saya terkucil secara sosial
2. Anak saya tiba-tiba berpenampilan sangat beda
3. Prestasi sekolah anak saya merosot
4. Anak saya bergaul dengan teman-teman tertentu
5. Anak saya hanya sibuk berinternet
6. Anak saya berpikir kami-mereka
7. Anak saya punya pengalaman sebagai korban penghinaan

1. Anak saya terkucil secara sosial
Remaja sering tidak mempedulikan keluarga dan mengucilkan diri dalam kamar tidurnya. Ini sesuatu yang wajar. Tapi kadang-kadang ada sesuatu yang lain di balik itu. Jean Tillie: "Di sini tidak penting apakah seorang anak tidak punya teman, tapi bahwa dia sering merasa sendiri dalam saat-saat krusial."

Perubahan penampilan yang terjadi dalam waktu singkat, juga salah satu tanda radikalisasi. Putra anda membiarkan jenggot dan berpakaian jelaba? Atau mencukur kepala hingga botak dan mengenakan bomberjacket dan sepatu lars?

2. Anak saya tiba-tiba berpenampilan sangat beda
Tillie berujar: "Di zaman saya, ada apa yang disebut gerakan punk, dibarengi perubahan penampilan yang khas. Tapi bukan hanya itu yang penting. Jika anda seorang punker radikal dan anda membuat musik atau lukisan, itu jelas lain daripada jika anda menjadi aktif di bidang politik."

3. Prestasi sekolah anak saya merosot
Ini masuk akal, jika seorang anak memusatkan semua energinya pada ideal-ideal ekstrim. Tapi tidak selalu demikian.

Tillie merupakan perkecualian. "Ketika saya mulai berubah jadi radikal pada usia 17 tahun, saya tidak begitu peduli sekolah, tapi prestasi saya tetap sama." Untuk kejelasannya: nilai buruk tidak serta merta berarti telah terjadi radikalisasi.

4. Anak saya bergaul dengan teman-teman tertentu
Jika teman-teman (baru) anak anda terdiri dari neonazi botak atau aktivis lingkungan, itu merupakan tanda yang patut diperhatikan. Sebenarnya tidak berbahaya, tapi yang berbahaya adalah ketika ia masuk lingkungan orang yang membenarkan ide-ide ekstrimnya. Demikian Tillie memperingatkan.

Jika tidak lagi pertanyaan-pertanyaan kritis, maka radikalisasi mengintai.

5. Anak saya hanya sibuk berinternet
Ini memang berlaku bagi banyak remaja. Namun, internet salah satu medium yang bisa mendorong radikalisasi.

Tillie: "Dampak negatif internet adalah bahwa anda berada di depan komputer secara sendirian. Sebenarnya lebih baik jika orang bergabung dalam kelompok radikal ketimbang berada sendirian di internet. Pengawasan di sana lebih kecil dan diskusi lebih panas."

6. Anak saya berpikir kami-mereka
Membagi dunia dalam dua kelompok yang saling bertentangan, berperan penting dalam radikalisasi. Apalagi jika kelompok lain didemonisasi atau dianggap bukan manusia. Jadi jika anak anda menyebut muslim atau orang Amerika sebagai tikus atau monyet, sebaiknya turun tangan.

Tillie: "Di zaman saya, kaum kapitalis dipandang sebagai binatang."

7. Anak saya punya pengalaman sebagai korban penghinaan
Situasi keluarga tampaknya tidak banyak berpengaruh pada kemungkinan terjadinya radikalisasi.

Tillie: "Mereka berasal dari keluarga tidak harmonis maupun harmonis. Namun kelihatannya kebanyakan punya pengalaman sebagai korban penghinaan, karena dipukuli ayah misalnya. Tapi bisa juga penghinaan psikologis."

Nasihat emas
Jika anda merasa anak anda berubah menjadi radikal, nasihat emas adalah: berbicaralah dengan anak anda. Itu mudah diungkapkan daripada dilaksanakan.

Tillie: "Anda harus menganggap serius anak anda, karena selalu ada unsur kebenaran. Selalu ada hal yang bisa dibicarakan. Dengan demikian anda menganggap serius anak anda, tanpa perlu ikut pemikiran radikalnya."

Diskusi

nasihat bijak 10 Oktober 2011 - 5:10am

bagaimana menasehati geert wilders dan org gila lainnya seperti geert wilders yg menjadi anggota parlemen sebuah negara?

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET