Runtuhnya Tembok Berlin, tepat duapuluh tahun silam, merupakan awal kejatuhan komunisme di Eropa Timur. Tembok ini merupakan lambang paling gamblang adanya Perang Dingin antara Amerika Serikat melawan Uni Sovyet.
Tembok tersebut juga merupakan garis pembatas yang memisahkan sekian banyak keluarga, dan membuat perjalanan dari Timur ke Barat nyaris tidak mungkin lagi. Berkat mulai mencairnya hubungan Washington dan Kremlin, pada musim panas 1989 Tirai Besi mulai menguak ...
Tanggal 9 November mendatang, Berlin akan memperingati runtuhnya Tembok Pemisah tersebut. Serial foto menyongsong tanggal bersejarah tersebut, setiap hari, satu foto baru.
Pada tanggal 7 Oktober 1989, Michail Gorbatsjov, pemimpin Uni Sovyet yang dikenal pro pembaruan, berada di Berlin, menghadiri perayaan 40 tahun berdirinya Republik Demokrasi Jerman. Di luar gedung tempat upacara peringatan berlangsung, polisi menindak keras sekelompok pengunjuk rasa.
Di dalam gedung, Michail Gorbatsjov memperingatkan pemimpin Jerman Timur, Erich Honecker, bahwa komunisme, tampaknya segera akan menjadi sejarah. Namun, keyakinan Erich Honecker pada komunisme tak tergoyahkan.
Pada tanggal 18 Oktober, ia disingkirkan oleh partainya sendiri. Penggantinya adalah Egon Krenz, yang menjanjikan pembaruan, tapi, ternyata tidak mampu menguasai gejolak ketidak-puasan masyarakat.
Foto: Michail Gorbatsjov dan Erich Honecker © Picture Alliance.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.