Runtuhnya Tembok Berlin, tepat duapuluh tahun silam, merupakan awal kejatuhan komunisme di Eropa Timur. Tembok ini merupakan lambang paling gamblang adanya Perang Dingin antara Amerika Serikat melawan Uni Sovyet.
Tembok tersebut juga merupakan garis pembatas yang memisahkan sekian banyak keluarga, dan membuat perjalanan dari Timur ke Barat nyaris tidak mungkin lagi. Berkat mulai mencairnya hubungan Washington dan Kremlin, pada musim panas 1989 Tirai Besi mulai menguak ...
Tanggal 9 November mendatang, Berlin akan memperingati runtuhnya Tembok Pemisah tersebut. Satu foto berikut, dalam rangkaian seri foto, menyongsong tanggal bersejarah itu.
Perpindahan sejumlah warga Jerman Timur ke Hongaria, pada bulan Mei 1989, menimbulkan reaksi berantai. Bulan Juni berikutnya, beberapa warga Jerman Timur memanjat pagar gedung Kedutaan Besar Jerman Barat di Praha, Ceko.
Awal Oktober, lebih dari 4.500 warga Jerman Timur, berkemah di halaman gedung Kedutaan Besar Jerman. Menghadapi masalah ini, Pemerintah Jerman Timur ternyata bersedia mencari penyelesaian politik.
Pada bulan Oktober itu juga, para 'pelarian' ini dipersilahkan naik kereta api, dengan tujuan Berlin Barat. Ketika kereta berhenti di stasiun Leipzig, semua orang ini harus menyerahkan paspor Jerman Timur mereka.
Foto: Warga Jerman Timur memanjat pagar gedung Kedubes Jerman Barat, di Praha © Picture Alliance.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.