Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Sabtu 18 Mei  
Avatar Redaksi Indonesia
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Tinjauan Pers 4 November 2010

Diterbitkan : 4 November 2010 - 12:23pm | Oleh Redaksi Indonesia (© RNW)
Diarsip dalam:

Menyoal dilema IT di Myanmar dan penduduk yang dihimbau pergi dari gunung Merapi.

Menjelang pemilu 7 November mendatang, junta militer Myanmar mencoba mengendalikan pemberitaan mengenai negara tersebut. Para pengamat dan media asing dilarang masuk ke Myanmar, aliran internet juga dibatasi. Sewaktu pemberontakan para bhiksu tahun 2007 lalu, informasi mengenai Myanmar bisa bocor keluar dalam beberapa menit karena banyak anak muda yang intensif menggunakan internet. Demikian tulis harian Trouw.

Kebijakan
Yang menarik, perkembangan dunia informasi dan teknologi justru menjadi salah satu tema penting kebijakan pemerintah Myanmar sekarang. Media nasional secara teratur mempublikasi berita-berita tentang Myanmar lewat situs Cyber City Yadanabon. Menurut majalah bulanan The Irawaddy - yang dibuat oleh para wartawan Myanmar di pengasingan - junta militer tahun ini saja telah mengeluarkan dana 3,8 juta dolar untuk membangun kompleks IT yang mengolah dan mengatur situs Cyber City tersebut.

Direktur Yadanabon adalah cucu kesayangan pemimpin junta Myanmar Than Shwe yang baru berusia 18 tahun. Menurut berita, ia dipersiapkan untuk menjadi pemimpin industri cyber di Myanmar. Proyek ini adalah salah satu contoh bagaimana militer Myanmar berhasil menguasai bidang yang bukan militer. Mayoritas penduduk negara itu berpendapat, pemilu adalah cara melegitimasi pengaruh militer yang luar biasa. 25% kursi di parlemen diperuntukkan bagi para mantan jendral yang membantu mendirikan partai militer Myanmar. Demikian Trouw.

Terpecah
Harian NRC Handelsblad menulis, pihak oposisi Myanmar terpecah, yang satu mendukung seruan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi untuk memboikot pemilu, sementara yang lain justru berpendapat mereka harus tetap ikut serta. Front Demokratis Nasional adalah partai oposisi terbesar yang ikut dalam pemilu Ahad besok. Mereka punya dana minim yang hanya cukup untuk mencetak 20 ribu selebaran.

Pemimpin Front, Khin Maung Shwe mengatakan, selama 20 tahun ini pihak oposisi tidak menghasilkan satu pun perubahan. Myanmar tertinggal jauh, baik dari pembangunan maupun ekonomi. Karena itu partainya memilih jalan yang tidak populer ini. Walaupun menurutnya pemilu tidak akan berlangsung jujur dan adil, mereka tidak punya pilihan lain. Perhatian media dalam negeri terhadap partai tersebut cukup besar, justru media oposisi di pengasinganlah tidak memberikan perhatian terhadap partai kecil tersebut, lanjut NRC Handelsblad.

Merapi
Harian Belanda Trouw memuat foto para pengungsi desa di sekeliling Gunung Merapi yang terpaksa mengungsi dengan judul "Melarikan diri dari Gunung Api." Hingga Kamis (04/11) ini, Merapi tetap mengeluarkan letusan. Pemerintah memperluas zona berbahaya dari 10 menjadi 15 kilometer dari puncak Merapi dan memerintahkan semua penduduk yang tinggal di wilayah itu untuk mengungsi.

Letusan yang terjadi Rabu (03/11) kemarin tiga kali lebih besar dari letusan pertama. Kepala Badan Mitigasi dan Vulkanologi Surono mengatakan terkejut karena hingga Selasa (02/11) kemarin Merapi justru kelihatan mulai mereda. Awan panas membumbung hingga mencapai ketinggian empat kilometer. Perusahaan penerbangan diimbau tidak mendekati gunung tersebut dan mengambil jalur memutar untuk mencapai bandara Yogyakarta.

Trouw memberitakan pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta meminta Jakarta agar menyatakan letusan Merapi sebagai bencana nasional. Dengan demikian tersedia bantuan dana lebih besar untuk membantu para pengungsi. Demikian Trouw.

Diskusi

Esti Saptarini 4 November 2010 - 1:49pm / Indonesia

Semoga musibah ini bisa mengetuk hati nurani masyarakat dunia dan musibah ini tidak dieksploitasi untuk kepentingan golongan tertentu.Musibah ini adalah masalahbencana alam yang bisa dialami negara mana pun dan jangan menyalahkan manusia yang dianggap tak menjaga dengan baik.

Esti Saptarini 4 November 2010 - 1:49pm / Indonesia

Semoga musibah ini bisa mengetuk hati nurani masyarakat dunia dan musibah ini tidak dieksploitasi untuk kepentingan golongan tertentu.Musibah ini adalah masalahbencana alam yang bisa dialami negara mana pun dan jangan menyalahkan manusia yang dianggap tak menjaga dengan baik.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...