Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Redaksi Indonesia
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Tinjauan Pers 27 Juli 2010

Diterbitkan : 27 Juli 2010 - 11:37am | Oleh Redaksi Indonesia (© RNW)
Diarsip dalam:

Tinjauan Pers kali ini mengulas soal keluarga korban Duch yang tidak puas dengan vonis 35 tahun penjara dan siapa yang bertanggungjawab atas insiden di Duisburg yang menewaskan 19 orang?

Harian Trouw menulis, keluarga korban kekejaman Khmer Merah kecewa dengan keputusan tribunal Kamboja. Hukuman 35 tahun penjara untuk Kaing Guek Eay tidak setimpal dengan perbuatannya. Di masa Khmer Merah ia membunuh sekitar 15 ribu warga Kamboja. "Itu tidak dapat diterima," kata seorang pengacara hak azasi manusia yang kehilangan kedua orang tuanya.

Trauma
Para korban dan keluarganya tentu memiliki luka yang sangat dalam. Keluarga yang tewas tidak dapat dikembalikan. Jadi sebuah vonis hanya merupakan simbol belaka, demikian Trouw. Sementara itu, harian pagi de Volkskrant menulis, rezim Khmer Merah tidak saja membunuh ratusan ribu warga Kamboja, kekejian mereka lebih dari itu. Mereka bahkan dengan sengaja membuat foto pembunuhan dan penyiksaan.

Di antara saksi yang membuat foto penyiksaan penjara dan sebelum kematian tahanan adalah Nhem En. Menurut harian de Volksrant, para pemimpin penjara membuat para tahanan jadi penurut karena siapa pun yang melarikan diri pasti akan dibunuh. Foto-foto itu sekarang dipampang di sebuah museum.

Ruangan yang tadinya tempat penyiksaan tahanan disulap menjadi ruang pameran foto, dipenuhi potret para tahanan yang memandang kamera dengan tatapan kosong. Penjara Tuol Seng merupakan sebuah alat. Semua harus mengikuti perintah sang direktur Duch. Termasuk sang fotografer Nhem En. Jika tidak patuh, ia bisa dibunuh dan banyak yang berminat menggantikan kedudukannya.

Love Parade
Kita beralih ke festival dansa Love Parade di Duisburg, Jerman. Akhir pekan lalu, 19 orang tewas terinjak-injak di festival tersebut.  Lebih dari 511 lainnya cedera. Mereka jadi korban saat panik meletus di terowongan menuju wilayah festival. Menurut harian Algemeen Dagblad, pengadilan Jerman sedang menyelidiki siapa yang harus bertanggung jawab. Walikota Adolf Sauerland sendiri menolak untuk mundur.

Penuntut umum dari Kejaksaan Agung Jerman belum punya petunjuk jelas siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Namun penduduk kota Duisburg melancarkan kritikan terhadap walikota Sauerland, penyelenggara festival tersebut, dan polisi. Penyelidikan independen digelar oleh polisi dari wilayah lain, yaitu dari Keulen.

Menurut jaksa, banyak saksi mata yang melaporkan diri. Yang mencolok, ketua polisi di Bochum justru mengadukan walikota dan panitia penyelenggara ke polisi.

Menurutnya, kepala polisi itu membatalkan acara serupa tahun lalu yang sedianya akan digelar di Bochum. Ketua penyelenggara telah mengadakan evaluasi dan berbicara dengan para karyawan, serta menganalisis rekaman video. Ia berkesimpulan, pada festival itu hadir 187 ribu orang. Walikota menyatakan akan membantu menjelaskan kejadian itu selengkapnya. "Kami telah berbuat semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan event dengan aman," katanya. Demikian Algemeen Dagblad.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET