Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Thijs Westerbeek
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Tinggal dan Parkir di Atas Tanggul

Diterbitkan : 3 September 2010 - 3:42pm | Oleh Thijs Westerbeek van Eerten ((C) Bianca Stalenberg)
Diarsip dalam:

Rumah susun bisa berfungsi untuk melindungi kita dari banjir. Sama seperti gedung parkir kendaraan, tapi juga jalan dan taman. Tidak saja di Belanda yang padat penduduknya tapi juga seperti di Tokio, New Orleans atau Seoul, pada prinsipnya rumah susun bisa menghemat tempat. Minggu depan ilmuwan Bianca Stalenberg mempertahankan disertasinya mengenai konsep tersebut.

Warga Belanda yang pada umumnya terbiasa dengan tanggul-tanggul yang terbuat dari kerikil batu atau tanah-liat serta merta bertanya-tanya, apakah prakarsa tersebut aman? Apakah tidak terlalu mahal? Apakah gedung atau rumah-rumah susun yang dibangun berjejer sebagai tanggul itu tidak merusak pemandangan?

Variasi
Tidak selalu harus membosankan, kata Stalenberg. Berbagai bentuk bangunan bisa berfungsi untuk mencegah banjir. Bangunan perkantoran, pertokoan, tempat parkir kendaraan, rumah susun, tidak sama, berbeda-beda, bervariasi. Jadi tidak memberi pemandangan yang membosankan. Kompleks mencegah banjir yang bervariasi itu bisa juga ramah lingkungan.

Bianca Stalenberg: "Tanggul-tanggul yang biasanya dibangun secara tradisional dan ditanami rumput bisa diberi fungsi lain. Bisa dibuat gedung parkir kendaraan atau jalan. Di badan tanggul misalnya bisa juga dibuat jalan sehingga tanggul lebih kuat dan bisa lebih berfungsi untuk mencegah banjir. Pendek kata tanggul mendapat fungsi yang lebih banyak."

Kedap Air
Di pinggir sungai Maas di Zwijndrecht dekat Rotterdam sudah ada gedung yang merupakan kombinasi kompleks perumahan dan tempat parkir yang berfungsi sebagai tanggul untuk mencegah banjir. Bagian bawah gedung berfungsi sebagai garasi. Tembok luar di sebelah sungai di buat dari beton dan kedap air.

Garasi, rumah dan kebun berfungsi sebagai tanggul kalau sampai air sungai meluap dan menyebabkan banjir. Atap garasi dibangun jalan untuk pejalan kaki. Di bagian belakang dibangun kompleks perumahan mewah.

Mireille de Jong salah seorang penduduk sedang berjalan santai. Sebenarnya ia berjalan di atas tanggul yang di bagian bawah merupakan garasi. Menurutnya kompleks perumahan di sana sangat asri.

Mireille de Jong: "Saya ingin melihat bagian bawah tanggul untuk mengetahui apakah kondisi rumah-rumah itu, aman. Kalau memang aman, saya mau saja tinggal di sana. Pemandangannya bagus sekali. Bangunannya kelihatannya kuat."

Keamanan

Melihat bagaimana gedung-gedung dibangun di Belanda, tidak banyak yang harus diubah untuk mengkombinasi fungsi tanggul. Faktor keamanan bukan kesulitan terbesar. Arsitek Sebastiaan Jansen sudah lama merancang konstruksi semacam itu.

Sebastiaan Jansen: "Kalau mau membangun tempat parkir bawah tanah, konstruksinya mengutamakan keamanan. Apakah bangunan untuk mencegah banjir masih memerlukan persyaratan lain? Tanah di Belanda pada umumnya lunak. Membuat tempat di bawah tanah sudah pasti harus kedap air. Pada prinsipnya secara teknis tidak ada masalah."

Kompleks perumahan dan garasi di Zwijndrecht merupakan bukti konkrit. Bianca Stalenberg mengakui, konstruksi semacam itu lebih mahal dibanding kalau hanya membangun tanggul atau rumah susun saja.

Bianca Stalenberg: "Sebaliknya kombinasi berbagai fungsi bisa menekan biaya. Membuat sebuah tanggul saja juga perlu konstruksi khusus yang juga memerlukan biaya. Kalau hanya membangun kompleks apartemen tanpa tanggul, juga memerlukan biaya. Kalau digabung, tidak saja biayanya yang bisa diturunkan, tapi bisa juga menghasilkan pemasukan dengan penjualan rumah-rumah tersebut. Dengan mengkombinasikan berbagai fungsi tidak perlu biaya tambahan."

Dijkgraaf
'Hollandse Delta' sebuah lembaga yang mengatur sistim perairan di Belanda, cukup optimis dengan beberapa catatan, demikian Jan Geluk seorang pakar tanggul.

Jan Geluk: "Bangunan konstruksi beton di tanggul cukup rumit. Kami belum punya banyak pengalaman, tapi kami ikut memikirkan prakarsa mengenai bangunan yang sekaligus berfungsi untuk mencegah banjir. Seperti sambil menyelam minum air. Tentu ada risikonya. Bangunan tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan. Dan kami,  pengawas perairan, yang harus menyusun ketentuan tersebut. Kami harus memikirkan dengan matang semua kemungkinan yang ada."

Apapun persyaratannya, semua pihak setuju dengan satu hal. Di kota-kota besar yang padat penduduk, sudah tidak ada lagi tempat untuk membangun tanggul yang terpisah dari pembangunan tata-kota. "Tempat tinggal, tempat kerja dan tempat parkir, semua di tanggul sekaligus, sudah tidak bisa dihindarkan lagi." 
 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET