Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Rabu 22 Mei  
Avatar Theo Tamis
Map
Almere, Belanda
Almere, Belanda

Timnas Belanda Mengunjungi Kamp Pembunuhan Nazi

Diterbitkan : 7 Juni 2012 - 12:03pm | Oleh Theo Tamis (Foto: KNVB)
Diarsip dalam:

Jalan-jalan ke Auschwitz, istilah yang agak aneh. Berkunjung ke kamp pemusnahan Nazi sulit untuk dianggap sebagai perjalanan untuk bersenang-senang. Lalu kenapa tim nasional sepakbola Belanda ke tempat terbunuhnya lebih dari sejuta orang, yang mayoritasnya terdiri dari orang Yahudi itu?

“Itu keputusan manager," kata bek kanan Gregory van der Wiel bernada agak mengeluh sebelum berangkat. Pemandu wisata mengaku, kunjungan ke Auschwitz bisa sangat mengesankan. "Ada orang pingsan di sini."

Ini memang gagasan pelatih Oranje, Bert van Marwijk. Ia dikenal sebagai seorang yang berpendapat, perlunya menambah pengalaman untuk memperluas wawasan. Menurut Van Marwijk, pesepakbola profesional harus mengenal dunia lain.

Pada Piala Dunia di Afrika Selatan tahun 2010 Van Marwijk pernah membawa para pemainnya naik perahu menuju Robben Island, tempat Nelson Mandela dan politisi kulit hitam lain bertahun-tahun dipenjara. Pelatih timnas Belanda ini menyesalkan, Juni lalu tidak bisa berkunjung ke kawasan kumuh di Rio. Tapi beberapa bulan kemudian, ia berkunjung juga ke sana untuk melihat kehidupan di kawasan orang miskin itu.

Kunjungan pribadi
Rabu pagi tim oranje diam-diam mengunjungi Auschwitz selama sekitar satu jam. Mereka mengenakan jaket hitam dan celana jean. Mereka dilindungi dari media, yang diperintahkan tidak terlalu mendekati para pemain.

Ini kan urusan pribadi, sebuah konfrontasi emosional dengan halaman hitam dalam sejarah kemanusiaan. Auschwitz adalah fabrik kematian tempat 20000 warga dibunuh dalam waktu satu hari. Ini berarti kematian seluruh kemanusiaan, kata seorang filsuf Jerman.

“Kita tidak boleh lupakan ini,” twitter pemain belakang John Heitinga ari Auschwitz-Birkenau. Pemain tengah Ron Vlaar, mengirim sebuah foto lewat Twitter: “Ini pintu gerbang kematian yang dilewati kereta. Ini benar-benar di luar akal." Pemain kanan Khalid Boulahrouz juga sangat terkesan:"Tiada kata untuk mengungkapkan Auschwitz.”

Pengalaman pribadi
Bagi Van Marwijk dan menantunya, kapten timnas Mark van Bommel, hanya ada satu kata untuk mengungkapkan perasaan mereka: "terharu". Tidak lebih dan tidak kurang. Mereka tidak mau meceritakan emosi mereka secara rinci. Setidaknya tidak di depan umum, apalagi di depan kamera TV dan para wartawan.

Mengharunkan tidak tepat juga. Tapi, ini memang "sebuah tempat yang tiada kata bisa menceritakan apa yang terjadi... "Neraka di bumi," seperti pernah dikatakan presiden Polandia Aleksander Kwasniewski.

Perspektif
Tapi apa dampak kongkret kunjungan ke kamp Nazi bagi prestasi para pemain bola? Apakah berdampak bagi konsentrasi para pemain?

“Kunjungan ke Auschwitz tidak bakal menggangu keseimbangan mereka," kata psikolog olahraga Harry Kraan. “Bukankan mereka semua adalah pemain kelas tinggi yang memiliki mentalitas sendiri."

Pemain sayap Dirk Kuit punya komentar tersendiri dalam hal ini.

“Selalu baik untuk meletakkan segalanya pada perspektifnya. Bangsa ini sedang dilanda krisis euro, dan warna orange ada di mana-mana. Tapi ada manfaatnya juga merenungkan kesalahan-kesalahan di masa lalu. Saya kira, itu harus menjadi pelajaran bagi kita. Itu tidak boleh kita lupakan. Dunia ini kadang memang begitu. Makanya kita memerlukan saat-saat untuk merenung sehingga hal seperti itu tidak akan terjadi lagi."
 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...