Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Map
Kivu, Kongo (Kinshasa)
Kivu, Kongo (Kinshasa)

Tidur di Antara Tulang-Belulang Manusia

Diterbitkan : 30 November 2010 - 4:22pm | Oleh Vincent Kanza (Foto: © ANP)
Diarsip dalam:

"Saya mencari perlindungan ke Belanda, karena ingin beristirahat sejenak dan memulihkan kekuatan. Namun saya akan kembali ke Republik Demokratik Kongo." Begitu kata Sylvestre Bwira, seorang aktivis HAM Congo, kepada Radio Nederland beberapa hari setelah kedatangannya di Belanda.

Bwira berhasil melarikan diri dari Kongo setelah ditahan dan - katanya - disiksa pasukan keamanan. Ia juga menerima ancaman pembunuhan. Namun walaupun Floribert Chebeya, salah satu pemimpin aktivis Kongo, dibunuh beberapa bulan lalu, Bwira tetap bertekad meneruskan perjuangan.

"Negara saya sedang mengalami periode terberat. Kami terus-menerus berganti-ganti: dari demokrasi ke kediktatoran, dan sebaliknya. Kami berada dalam periode pasca konflik. Namun ada konflik laten yang terus menghantui Kongo. Kesimpulannya, kediktaktoran dan segala yang mengelilinginya - yang membuat pemerintahan negara kami memprihatinkan - berasal dari pemerintah pusat."

Kecaman
Surat terbuka yang dikirimnya kepada Presiden Joseph Kabila memicu penganiayaannya, kata Bwira. Surat tersebut mengecam tindakan militer dan kelompok bersenjata yang meneror wilayah Masisi di provinsi Kivu Utara, Kongo Timur.

"Dalam surat itu, saya meminta agar tentara dari kelompok bersenjata direlokasi. Semua yang diinginkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) harus diserahkan pada ICC. Termasuk orang-orang seperti Bosco Ntaganda. Dan saya menyebut banyak nama dalam surat tersebut."

Setelah suratnya dipublikasikan, Bwira  diculik dan ditahan oleh FARDC, pasukan bersenjata Kongo. Menurut Bwira, ia disuntik zat kimia beracun dan segala jenis narkoba selama masa penahanan.

"Masa-masa di penjara membuat saya trauma. Mayat dan sisa-sisa tubuh berserakan di mana-mana. Sejumlah mayat terlihat bengkak dan seolah hampir meletus. Saya tidur di atas tulang-belulang manusia."

Kabur
Dengan dukungan para aktivis sipil di Kivu Utara, Bwira bisa melarikan diri. Menggunakan identitas palsu dan dengan bantuan MONUSCO (misi PBB untuk stabilisasi Kongo), ia berhasil mencapai ibukota Kinshasa. Setelah menerima perawatan medis, ia melarikan diri ke Belanda.

"Yang dibutuhkan hanya uang suap, dan semuanya beres. Siapa pun bisa melewati perbatasan, sama sekali tak ada bandara atau pemeriksaan keamanan."

Bwira sengaja memilih Belanda sebagai tempat berlindung. "Belanda negara HAM dan tempat ICC berada. Belanda adalah negara yang berperan penting di Kongo, terutama di Kongo Timur, tempat saya berasal."

Tangkap
Sekarang, mantan wakil presiden Kongo Jean- Pierre Bemba diseret ke Mahkamah Pidana Internasional ICC, Den Haag, dengan tuduhan melakukan kejahatan perang. Sylvestre Bwira sangat mendukung peran ICC, "Demokrasi harus berdiri di atas keadilan. Jadi ICC harus mengadili Jean Pierre Bemba."

Namun ia menekankan bahwa pengadilan Bemba hanya awal. "Masih banyak yang lain  - masih banyak tokoh-tokoh (lebih) penting yang harus diadili atas peran mereka dalam kekerasan yang memecah-belah Kongo."

Bemba mengirim tentaranya ke Republik Afrika Tengah untuk menyelamatkan mantan presiden Ange Felix Patasse. Pasukan ini melakukan kekejaman terhadap warga sipil. "Seperti Bemba, Patasse juga harus diadili ICC."

Terbaru

Sering dikunjungi

Ahmad Taufik bersama Xanana Gusmão di penjara Cipinang

Gerilyawan Serem dan Tapol Orde Baru

Orde Baru lahir sebagai rezim tapol. Begitu berkuasa, rezim otoriter ini sudah memenjara orang, bukan karena...
Hands Behind Prison Bars

Mereka Bukan Penjahat: Mengenang Tapol Orde Baru

Di zaman Orde Baru dulu, penjara Indonesia disarati tahanan politik, kalangan yang dipenjara karena keyakinan...

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET