Rabu lalu (11/04) gempa kembali mengguncang Aceh. Meski tidak terdengar suara alarm tsunami warga kota Meulaboh secara spontan berlari menyelamatkan diri menjauhi pantai dan mencari dataran tinggi. Masyarakat menghindari tsunami yang di perkirakan datang setelah terjadi gempa. Laporan Lola Alfira, Radio Fas FM Meulaboh.
Gempa berkekuatan 8,9 pada skala Richter yang terjadi Rabu lalu, menyisakan kekecewaan dan amarah warga ,dikarenakan tidak berfungsinya alarm tsunami.
Menurut warga pemerintah Aceh Barat tidak merespon akan pentingnya alarm tsunami. Saat ini alat sistem peringatan yang dipasang di pantai itu rusak, Dan sampai saat ini dibiarkan saja. "Apa harus menunggu banyak korban nyawa akibat gempa, baru alarm tsunami diperbaiki?," tanya warga.
Rusak
Karena alat peringatan rusak, bisa berulang peristiwa tsunami 2004 dengan korban jiwa yang sangat banyak. Alarm tsunami bisa sangat membantu untuk masyarakat yang berada di pesisir pantai barat selatan.
Jika alat itu tidak berfungsi dengan baik dapat dipertanyakan apakah selama ini pemda benar-benar serius memperhatikan masyarakat yang berada di daerah rawan dengan gempa dan tsunami.
Jika perkirakan harga alarm tsunami itu kurang lebih satu miliar per unit, sudah sewajarnya pemerintah Aceh hanya menyediakan satu unit di kota Banda Aceh saja. Sementara di Meulaboh selama ini alatnya tidak berfungsi.
Menurut warga pemerintah Aceh Barat harus memelihara dan segera memperbaiki alat peringatan tersebut agar bisa menyelamatkan ribuan jiwa, jika terjadi gempa mendatang.
Tidak tahu
Kepala kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Aceh Barat Teuku Ahmad Dadek mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui fungsi dari bangunan kecil yang diletakkan di lokasi pelabuhan Jeti Meulaboh tersebut. Selama ini warga menganggap sebagai alarm tsunami.
"Yang saya dengar alat milik bakosurtanal itu sebenarnya bukan alarm tsunami, tapi alarm untuk mendeteksi air surut dan dan air naik. Saat gempa kemarin alat itu tidak berbunyi karena air surut mungkin tidak mencapai satu meter."
Ia menambahkan di beberapa tempat memang ada terdengar bunyi alarm, tapi tidak dipastikan dari mana. "Alat itu bukan milik kita dan kita tidak pernah tahu dan tidak pernah diberitahu apa fungsi dari pada alarm tersebut. Yang saya dengar itu hanya memantau titik atau pemantau pasang surut air laut."
Aceh barat
BPBD Aceh Barat sangat berharap agar fasilitas alarm tsunami di pasang di wilayah pantai barat Aceh yang merupakan wilayah rawan gempa dan tsunami. Selama ini tsunami early warning system atau alarm tsunami hanya di pasang di ibukota provinsi Banda Aceh.
Namun permintaan itu sepertinya masih menjadi pertimbangan pemerintah pusat.
Pemda mengharapkan sirene yang bisa di pasang di tengah kota yang berhubungan dengan sistem peringatan di Samudera hindia, sehingga ke depan masyarakat punya cukup waktu untuk menyelamatkan diri, tambah Ahmad Dadek.
Jakarta telah mengganggarkan dana untuk penanggulangan bencana alam tahun 2012 sebesar Rp. 4 triliun. Jumlah ini naik sekitar Rp 500 miliar dari tahun sebelumnya. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana di harapkan segera merealisasi permintaan BPBD Aceh Barat untuk menyediakan fasilitas tsunami early warning system atau alarm tsunami.
Bisu
Bangunan berbentuk rumah kecil bercat merah itu bertuliskan "stasiun pasang surut tsunami early warning system bakosurtanal. Milik negara jangan diganggu". Selama ini warga Meulaboh mengira bangunan tersebut adalah fasilitas alarm tsunami. Ternyata itu cuma alat pendeteksi pasang surut air yang diletakkan pada pelabuhan Jeti bantuan pemerintah Singapura yang dibangun tahun 2008.
Jadi wajar saja jika alat tersebut sama sekali tidak pernah bersuara atau menimbulkan bunyi jika terjadi pasang surut air laut , karena kondisinya memang rusak.














laaaailah haillah, peu cit le, but pemerintah daerah lawet nyoe..gadoh ngon mita jabatan..ban hana meunang karu..poh mu poh sama2 droe..jeh alat stunami yang perle kon nyan di le yg diurus..lale penteng droe keudroe..masya allah..berarti selama nyoe di mbo nyoe hana keuh alat pendeteksi stumani ngon gempa..hoe peng rakyat dum jiba le pemerintah daerah nyoe...
Kalau semua pejabat sibuk ngurusin diri dan kelompoknya sendiri maka rakyatlah yang akan menjadi korban,kita ini sudah terlalu jauh ketinggalan dlm segala hal dibandingkan dng negara lain ,singapura,jepang,taiwan,korea selatan tdk punya sumber daya alam, Indonesia berlimpah tapi miskin dan menyedihkan,,,,,,sayang sekali...
wajar jika pemerintah masih menimbang-nimbang beli alarm tsunami untuk pantai barat aceh yang kebutuhannya udah mendesak. dari pada menyelamatkan ribuan nyawa penduduk yang tinggal di daerah rawan gempa, mending duitnya di korupsi. seperti alat pasang surut air laut tersebut .... ah indonesia ku
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.