Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Ragnar Bengtsson menyusui anaknya © capture TV8 Swedia
Avatar Junito Drias
Map
Stockholm, Swedia
Stockholm, Swedia

Tiba Saatnya, Ayah Meneteki Anak

Diterbitkan : 4 September 2009 - 11:54am | Oleh Junito Drias
Diarsip dalam:

Entah ini berita baik buat para ibu atau tidak. Kelak urusan meneteki anak bukan monopoli bunda. Sang ayah juga bisa. Bakal muncul ASA, Air Susu Ayah?(foto:capture TV8 Swedia)

 

Ragnar Bengtsson sibuk menyusui anaknya. Ya ampun, mulut bayi menempel pada dada.

Lelaki berusia 26 tahun tersebut sedang mengikuti experimen. Sebuah pompa ditempatkan di payudara untuk menghasilkan susu. Kalau percobaan sukses maka ini langkah maju bagi seorang bapak.

"Kami bisa memberikan ASI versi ayah," ujar Bengtsson dalam majalah Gazet Antwerpen, Belgia.

Hubungan khusus
Mengapa ingin meneteki anak? Si ayah muda ingin punya hubungan khusus dengan anaknya. Pemberian ASI dipandang sebagai bentuk kekhususan itu.

Bengtsson masih kuliah di universitas Stockholm. Layaknya ibu-ibu muda lain yang aktif, ia juga harus "memerah susu" saat memiliki waktu luang di tengah pelajaran.

"Kalau mahasiswa-mahasiswi lain keberatan, itu urusan mereka," ujarnya enteng.

Siaran televisi Swedia TV8 memantau terus perkembangan. Bahkan hadir pula weblog: Milkman, di mana bisa dibaca pengalaman Swedia itu.

Berlebihan
Tetapi tak semua meyambut baik experimen. Seorang profesor dari universitas Stockholm menyebut ide kelewat batas.

Seorang lelaki atau ayah jangan sampai putus asa seperti itu hingga berusaha menghasilkan air susu sendiri.

"Kalau cuma ingin menguatkan hubungan dengan anak, dapat ditempuh lewat menggendong bayi dekat dada mereka."

Setujukah anda dengan experimen ayah bisa meneteki anaknya? setujukah anda percobaan yang memungkinkan ayah kelak bisa menyusui anaknya sendiri dengan ASA, Air Susu Ayah.

Diskusi

Azumi 4 September 2009 - 6:25pm
saya rasa untuk kondisi tertentu katakanlah sang ibu meninggal sewaktu melahirkan dan sang bayi selamat dan sang ayah cinta mati sama sang ibu tentunya sang ayah ga bakalan cari wanita lain, terkadang situasi inilah yang sering memicu efek psikologis seorang ayah untuk dapat menyusui sang bayi hal ini benar-benar terjadi kalo tidak salah baca di kota india. makanya berdasarkan hal itulah experimen mengenai asa mulai dilakukan seperti pada artikel diatas, dan jelas kondisi ini tentunya tidak ada unsur kesengajaan kita harus jadi banci dulu atau gimana-gimana gitu de.
RONNY P. RANGGA - nangaroro, nagekeo, NTT 4 September 2009 - 2:50pm
setuju... kalau memang dlm eksperimennya sukses sehingga bukan ASI saja dibrkan kepada anak tp ASA jg spy kasih anak tdk sj pada ma2nya tp jg pada bpknya
Haerun Banyuwangi 4 September 2009 - 2:49pm
exp.air susu ayah bila berhasil gmana perkembangan anak itu anaknya apa tidak ada kelainan2 bagi si bayi?
Geta Purnama, jombang 4 September 2009 - 2:49pm
stuju saja yg pnting kandungan susunya stara dg air susu ibu.
Sisi, Bandung 4 September 2009 - 2:48pm
Sangat setuju bila Ayah juga dpt menyusui anaknya, alasannya : emansipasi & dpt membantu Ibu dlm menyusui anaknya,dank u wel..
Bambang, Kendal 4 September 2009 - 2:47pm
Dimensi, sang ayah menyusui anak dgn asa? saya tdk setuju! itu menentang kodrat,yg artinya kita tdk bisa mensyukuri rahmad pemberian Allah.
Suryadi, Indramayu 4 September 2009 - 2:46pm
Tidak setuju sebab melawan kodrat sebenarnya kalau ibu tidak sanggup memakai susu sapi atau susu kaleng aza pengirim.
Budiman jkt. 4 September 2009 - 2:44pm
Tak setuju,nanti banci2 jadi banyak,bahkan ada yg jadi president,anehkan?
Agus Tegal 4 September 2009 - 2:42pm
Tdak stju ada air ssu ayah alsan tdk ada prntah dri agma apapun dn tdk ada tmpat air ssu se orang pria yg ada adalah air ssu ibu.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET