Sudah berlangsung selama 10 tahun dan bermilyar-milyar euro dihabiskan, akhirnya proyek mercusuar Eropa Galileo dimulai juga.
Galileo adalah sistem satelit pertama dunia yang dirancang sepenuhnya untuk keperluan sipil. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki keamanan lalu lintas udara, meteorologi dan misi penyelamatan SAR.
Bagi banyak orang Eropa, manfaat terbesar Galileo akan dirasakan oleh para pengendara mobil. Mereka tidak akan harus pusing-pusing kalau sistem navigasi kendaraan macet, karena Galileo akan bisa meningkatkan signal navigasi sehingga penunjuk jalan ini bisa bekerja lebih akurat.
Berwarna kuning
"Orang Eropa akan bisa melihat bedanya, karena signalnya akan lebih tepat dan bisa ditangkap di mana-mana. Tetapi masih banyak bentuk aplikasi yang lain lagi," demikian Paul Verhoef, manajer proyek Galileo pada Komisi Eropa.
Pada sebuah pameran di Brussel untuk menunjukkan pelbagai potensi Galileo, sebuah robot berkaki enam tampak berdiri di samping sebuah helikopter mini yang bisa menjalankan tugas-tugas rumit dengan begitu persisnya. Juga terlihat sebuah team mengenakan jaket pengaman dan perlengkapan berlayar tengah menunjuk sebuah alat kecil berwarna kuning yang bisa menyelamatnya nyawa di laut.
"Setiap pelayar, penyelam atau nelayan yang mengenakan alat ini bisa ditemukan dan diselamatkan. Alat kecil ini akan mengirimkan perincian lokasi orang yang mengenakannya kepada kapal hanya dalam sekejap," kata seorang pakar. "Ini jauh lebih persis katimbang alat yang sekarang ada."
Orang kreatif
Di belakang orang ini, terlihat seorang insinyur Jerman yang menunjuk pada sebuah traktor raksasa. "Mesin ini punya signal GPS yang memberitahu seorang petani di mana bisa menebar bibit atau penyemprotkan pestisidanya. Ia juga akan bisa mengoptimalkan pemanfaatkan areal pertaniannya, pendapatan akan meningkat sampai puluhan ribu euro," katanya.
Paul Verhoef meramalkan akan muncul pasar yang sangat besar bagi orang yang bisa mengembangkan aplikasi baru atau peralatan yang memanfaatkan kemampuan Galileo. "Dalam waktu 20 tahun," kata Verhoef, "kami perhitungkan pasar satelit navigasi akan bisa mencapai nilai 250 juta euro. Ini akan mendorong berdirinya banyak perusahaan baru dan orang-orang kreatif serta Eropa akan diuntungkan."
Pada tahun 2007, Galileo sempat akan ambruk karena perusahaan swasta yang menjalankan jaringan ini sempat bangkrut. Komisi Eropa kemudian harus mencari dukungan pelbagai negara anggota yang sudah ragu-ragu, untuk mendukung proyek yang dari semula kelihatan begitu abstrak ini.
Rene Oosterlinck dari Lembaga Luar Angkasa Eropa ESA, sudah bekerja untuk Galileo dari awalnya. Ia mengakui butuh waktu lama untuk memperoleh dukungan politik. "Saya tidak yakin, Eropa benar-benar mengerti pentingnya proyek luar angkasa. Pimpinan kami sering berkata, kita matikan saja satelit ini dalam beberapa jam, supaya mereka tahu apa yang akan terjadi."
Burung merpati
Paul Verhoefpun mengakui selalu ada pesimisme terhadap teknologi baru. Di masa lampau, katanya, orang sering berkata tidak butuh telpon, karena sudah ada merpati yang akan mengirim surat. Jadi orang harus tahu apa manfaat dan bagaimana cara kerja telpon. Verhoef berharap akan ada dorongan bagi teknologi baru.
Galielo yang sampai sekarang sudah menghabiskan enam milyar euro, akan meluncurkan 30 satelit ke ruang angkasa. Sementara itu, signalnya akan bisa ditangkap oleh GPS dan GLONASS, dua sistem militer yang dikembangkan oleh Amerika dan Rusia.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.