Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Jannie Schipper
Map
Berlin, Jerman
Berlin, Jerman

Tembok Berlin di Penjuru Dunia

Diterbitkan : 13 Agustus 2011 - 9:42am | Oleh Jannie Schipper (Foto: Jim Greenhill)
Diarsip dalam:

Sabtu 13 Agustus, tepat 50 tahun lalu dimulai pembangunan Tembok Berlin. Dunia mungkin masih ingat saat tembok itu diruntuhkan tahun 1989, sebagai tanda pembebasan. Walaupun begitu, saat ini di berbagai tempat di dunia, masih banyak berdiri dinding-dinding lain yang memisahkan sejumlah bangsa. Tujuannya untuk menghentikan migrasi, atau karena terjadi persengketaan atau untuk menghindari penyelundupan senjata serta narkoba.

Bahkan juga dibangun dinding-dinding baru. Misalnya Yunani Januari lalu mengumumkan membangun dinding yang menahan laju imigran ilegal dari Turki. Setelah hujanan kritik, pemerintah Athena memutuskan untuk tidak membangun dinding, melainkan sungai kecil.

Radio Nederland mengumpulkan sebanyak mungkin dinding-dinding lainnya yang masih berdiri dan juga rencana pembangunan 'tembok Berlin' baru di dunia.

Tepi Barat Sungai Yordan
Dinding yang menutup wilayah Tepi Barat didirikan Israel dan bertujuan sebagai 'dinding keamanan'. Sementara oleh pihak Palestina dinding ini dianggap sebagai 'dinding apartheid'. Dinding yang tingginya 8 meter ini terdiri atas pagar tinggi, kawat berduri dan beton. Sebelumnya Israel dan Mesir juga membangun dinding pembatas di sepanjang Jalur Gaza.

Ceuta dan Melilla
Wilayah kekuasaan Spanyol di Maroko ini terkenal di seluruh dunia tahun 2005. Ketika itu kaum imigran ilegal berusaha menjebol dinding ini agar bisa masuk ke wilayah 'Benteng Eropa'. Mereka diusir dengan kekerasan. Hingga sekarang masih banyak orang yang cedera berat atau tewas ketika mencoba memanjat dinding yang dijaga ketat ini.

Irlandia Utara
'Garis perdamaian' di Irlandia Utara memisahkan perkampungan warga Katholik dan Protestan di Belfast. Baik jumlah maupun tingginya bertambah, sejak dinding pertama dibangun tahun 1969. Hingga sekarang dinding ini masih menjadi saksi bisu ketegangan antara para penduduk berbeda agama itu.

India dan Pakistan
India membangun dinding. Pakistan membangun juga dinding yang sama seperti tetangganya.
Kawat berduri, dinding, ranjau dan sistem teknologi canggih membatasi 'Line of Control' atau jalur pengawasan antara wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan dan Kashmir India. Konflik antara India dan Pakistan sudah berlangsung sejak kemerdekaan India tahun 1947.

Tahun 2007 Iran membangun dinding di perbatasan dengan Pakistan. Penduduk di wilayah yang dinamakan Baluchistan ini, hidup di kedua sisi perbatasan.

Dinding pemisah antara India dan Bangladesh, menarik perhatian dunia tahun 2011, ketika seorang anak kecil Bangladesh ditembak mati saat mencoba menyeberangi wilayah perbatasan. Menurut berbagai organisasi hak-hak asasi manusia, ia adalah korban kesekian dari konflik kedua negara.

Sahara Barat
Dinding pasir di Sahara Barat kelihatannya tidak begitu membahayakan, tapi ini hanya ilusi belaka. Di tempat itu dipasang puluhan ranjau darat, sehubungan pertikaian antara Maroko dengan gerakan pemberontak pembebasan nasional Polisario. Hingga saat ini berbagai usaha perantaraan internasional tidak berhasil menghentikan pertikaian tersebut.

Siprus
Siprus tetap terbagi antara wilayah Siprus Yunani dan Turki, Sebagi negara yang diakui masyarakat internasional Republik Siprus yang dikuasai Yunani menjadi anggota Uni Eropa tahun 2004. Tidak lama sebelumnya keluarga-keluarga yang terpisah setelah 30 tahun tahun pemisahan, mendapat kesempatan untuk saling bertemu. Siprus Turki hanya diakui oleh Turki.

Amerika Serikat-Meksiko
Perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat sudah berkali-kali menjadi tema dari film, lagu dan juga keluhan. Perbatasan yang panjangnya 3169 kilometer ini sebagain ditutup dengan dinding besi. Menurut sejumlah sumber adalah tempat lalu lintas imigran legal dan ilegal terpadat di dunia.

Korea Utara dan Selatan
Di tahun 1953 antara kedua negara Korea ditentukan zona keamanan. Apakah benar-benar ada dinding beton yang dibangun tidaklah jelas. Sejak 2003 dimungkinkan bagi individu untuk bepergian antara Korea Utara dan Selatan. Tapi apabila ketegangan antara kedua negara meningkat, maka wilayah perbatasan ini kembali ditutup untuk sementara waktu.

Rio de Janeiro
Pemerintah Brazilia sedang sibuk membangun dinding di sekeliling favela's atau perkampungan kumuh. Pertumbuhan perkampungan kumuh di sekitar kota Rio de Janeiro ini menurut pemerintah merusak wilayah taman lindung Tijuca, salah satu taman lindung terbesar di dunia. Menurut para kritisi dinding itu dibangun untuk memblokade jalan masuk antara wilayah kumuh dan perumahan mewah di kota tersebut.
Arab Saudi
EADS Defence and Security menyatakan akan membangun sistem perbatasan berteknologi canggih untuk Arab Saudi. Dinding terdiri atas beton, kamera video, satelit dan alat sensor lainnya yang memonitor wilayah perbatasan. Bulan Juli lalu partai oposisi Jerman menentang keterlibatan perusahaan Jerman dalam proyek ini.

Irak-Kuwait
Pemisahan antara Irak dan Kuwait pertama kali dibangun setelah Perang Teluk pertama, di bawah pengawasan PBB. Di tahun 2003 tentara Amerika dan bukannya warga Irak yang membobol dinding dengan cara memotong kawat pagar untuk menginvasi Irak. Diskusi mengenai perbatasan darat serta laut antara Irak dan Kuwait masih berlangsung hingga saat ini.

Cina dan Hongkong
Dinding paling terkenal di dunia ini sudah berdiri berabad-abad lamanya di Cina. Tapi di jaman modern, Cina juga membangun dinding baru. Misalnya di tahun 1960-an dibangun dinding antara Cina dan Hongkong dan di perbatasan dengan Korea Utara, Cina membangun dinding pemisah dari beton serta besi. Dinding ini diperkuat tahun 2011.

Botswana-Zimbabwe
Tahun 2003 Botswana mulai membangun pagar pemisah yang dilengkapi dengan kawat listrik di perbatasan dengan Zimbabwe. Tujuannya untuk menghindari ternak dan berbagai penyakit ternak masuk ke negara tersebut. Di Zimbabwe sendiri pagar pemisah ini dianggap sebagai cara untuk menghentikan arus migrasi dari Zimbabwe dan sebuah penghinaan.

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET