Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Enter a description of the photo here
Avatar Willemien Groot
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Tak Ada Natal Nyaman Bagi Anak yang Divaksinasi

Diterbitkan : 22 Desember 2009 - 1:57pm | Oleh Willemien Groot
Diarsip dalam:

Desas-desus tentang Flu-Meksiko, vaksin dan obat-obatan sangat keras. Terutama di internet antara benar dan tidak benar sulit dibedakan.

Dalam serangkaian desas-desus tentang flu itu Radio Nederland Wereldomroep mengungkapkan kejelasan. Di bagian ke-empat ini disoroti pendapat bahwa ribuan anak-anak menjadi sakit akibat vaksin.

Situs web dari Ibu Yang Gelisah tidak melihat kegunaan vaksinasi melawan flu-Maksiko. Terutama kalau menyangkut anak-anak. Dalam Kolom Natal-nya pemilik situs Anneke Bleeker menulis tentang dampak sampingan dari vaksin H1N1: "Apa enaknya punya sebuah rumah yang nyaman tapi dengan anak yang sakit akibat vaksinasi".

Peringatan
Menururt Bleeker bukan maksudnya untuk membangkitkan rasa takut pada para ibu, tetapi memberikan informasi kepada mereka, yang tidak diberikan oleh RIVM dan Kementerian Kesehatan. Bleeker mengatakan, banyak terdengar laporan dampak sampingan, seperti dikatakan seorang kepala sekolah.
 

 "Dari dia juga tampak bahwa ada anak-anak yang sakit tinggal di rumah dan ibu- ibu dengan bayi mereka mengungkapkan bahwa anak mereka satu sampai satu-setengah hari menderita sakit dan panas badan. Tetapi itu normal karena mereka mendapat suntikan".

Bleeker tidak percaya bahwa dampak seperti itu normal. Ia sangat khawatir akan sikap orangtua yang membiarkan anak-anak mereka divaksinasi seolah-olah memang sudah seyogyanya demikian. Ibu yang gelisah ini terutama ingin mencegah bahwa para orangtua itu nantinya mengatakan mereka tidak pernah diperingatkan tentang vaksinasi flu tersebut. Bleeker mengatakan: "Informasi kami harus membuat mereka berfikir".

Efek samping
Pusat Efek Samping Belanda atau Lareb menerima sekitar 3000 laporan efek samping, bervariasi dari rasa sakit di tempat suntikan sampai demam dan kepekaan. Sejumlah anak dirawat di rumah sakit karena kejang. 'Jumlah tersebut bisa dibilang rendah, menimbang jumlah anak yang divaksinasi yaitu lebih dari 80 ribu anak', demikian dikatakan Eugene van Puijenbroek dari Lareb.
 

Biro efek samping menegaskan imbauannya untuk melaporkan semua efek samping dan orangtua diminta sangat berhati-hati. Efek samping yang disebutkan itu tidak jauh berbeda dari apa yang tertera di brosur keterangan.
 

Hati-hati
Van Puijenbroek menasehati orangtua untuk waspada terhadap vaksinasai kedua apabila anak mereka sakit ketika mendapat suntikan pertama dulu.
 

"Saya rasa kalau pada suntikan pertama sudah mendapatkan efek samping, maka pada suntikan kedua harus lebih waspada. Dari otoritas registrasi Eropa EMEA, juga dikatakan peluang untuk mendapatkan efek samping yang kedua kalinya bisa saja terjadi apabila anak menderita demam ketika mendapat suntikan pertama. Jadi ini harus dipertimbangkan".

Namun van Puijenbroek tidak melihat alasan bagi orangtua untuk membatalkan vaksinasi kedua bagi anak mereka karena efek samping yang dilaporkan itu. "Ini merupakan keputusan yang hanya bisa diambil dokter pada kasus-kasus tertentu. Tidak ada nasehat umum yang berlaku untuk itu".

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET