Tak hanya di Indonesia, Belanda pun mengenal tabu. Para ahli dan pengamat tren berkumpul minggu ini untuk membicarakan tabu dalam simposium yang digelar Universitas Tilburg.
Tabu bisa menghilang, dan yang baru bisa datang. Beberapa tabu baru mulai muncul, kata ahli Marcel Maassen, yang setelah penelitiannya menyusun daftar 100 tabu paling populer.
"Merokok jelas tabu besar di beberapa kelompok. Saya tahu pasti, orang-orang menyesuaikan perilaku merokoknya karena takut akan reaksi negatif dalam kehidupan sosial."
Menurut Maassen, tabu datang dan pergi, namun satu hal yang pasti: perempuan punya lebih banyak hal yang dianggap tabu ketimbang laki-laki.
"Perempuan lebih sensitif mengenai tabu ketimbang laki-laki. Bagi perempuan, ada lima puluh tabu yang sangat penting. Sedangkan bagi laki-laki hanya ada dua: menangis di kantor dan menemukan perasaan homoseksual dalam dirinya."
Tabu Baru
Pengamat tren Justien Marseille juga melihat tabu-tabu baru akan bermunculan berkaitan dengan "perilaku maskulin." Itu terjadi akibat penuaan. ia menjelaskan, dengan bertambahnya usia, sifat-sifat maskulin akan berkurang, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Elemen kompetitif akan memberi ruang lebih banyak untuk kerja sama.
"Dilihat dari sudut demografis, laki-laki dan perempuan di atas 45 tahun lebih banyak ketimbang yang muda. Jadi, di masyarakat terdapat lebih banyak estrogen dan femininitas. Itu bisa membuat hal-hal maskulin jadi tabu."
Bisa-bisa nantinya laki-laki terpaksa duduk untuk buang air kecil. Siapa tahu, buang air kecil berdiri bakal jadi tabu.
Daftar Tabu
Walaupun orang Belanda terkenal bebas dalam hal seksualitas, toh urusan yang berhubungan dengan seks masuk juga ke dalam daftar tabu. Yang ada di urutan teratas adalah menginginkan hubungan seksual dengan anak sendiri.
| Sepuluh tabu terbesar di Belanda
1. Menginginkan hubungan seksual dengan anak sendiri. |













Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.