Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 24 Mei  
Surat Anonim Dari Pembantai Rawagede
Avatar Redaksi Indonesia
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Surat Anonim Dari Pembantai Rawagede

Diterbitkan : 13 September 2011 - 9:45am | Oleh Redaksi Indonesia (Foto: KUKB)
Diarsip dalam:

Sebuah surat tanpa nama pengirim tiba di tangan Komite Utang Kehormatan Belanda(KUKB) di Belanda. Surat tidak disampaikan lewat pos, melainkan diberikan seseorang yang mengaku menerima dari seorang veteran perang. Isinya menunjukkan sebuah guratan penyesalan seorang tentara Belanda yang diduga ikut dalam proses pembunuhan warga Rawagede.

Seberapa jauh surat ini orisinil, tidak ada yang tahu. Sang penyampai, dan sang penulis, tetap ingin tidak diketahui.
 

                                               Wamel  Rawa Gedeh
          

         Namaku tidak bisa aku sebutkan, tapi aku bisa ceritakan kepada Anda
         apa yang sebenarnya terjadi di desa RAWA GEDEH.

Anda tahu, antara tahun 1945 – 1949, kami mencoba merebut kembali jajahan kami di Asia Tenggara. Untuk itu dari tahun 1945 sampai 1949,  sekitar 130.000 tentara Belanda dikirim ke bekas Hindia Belanda, sekarang Indonesia. Di sana terjadi berikut ini:

Di Jawa Barat, timur Batavia, di daerah Krawang, ada desa Rawa Gedeh. Dari arah Rawa Gedeh tentara Belanda ditembaki. Maka diputuskanlah untuk menghajar desa ini untuk dijadikan pelajaran bagi desa-desa lain.

Saat malam hari Rawa Gedeh dikepung. Mereka yang mencoba meninggalkan desa, dibunuh tanpa bunyi (diserang, ditekan ke dalam air sampai tenggelam; kepala mereka dihantam dengan popor senjata dll)

Jam setengah enam pagi, ketika mulai siang, desa ditembaki dengan mortir. Pria, wanita dan anak-anak yang mau melarikan diri dinyatakan patut dibunuh: semuanya ditembak mati. JUMLAHNYA RATUSAN.

Setelah desa dibakar, tentara Belanda menduduki wilayah itu. Penduduk desa yang tersisa lalu dikumpulkan, jongkok, dengan tangan melipat di belakang leher. Hanya sedikit yang tersisa. Rawa Gedeh telah menerima 'pelajarannya'.

     Semua lelaki ditembak mati – kami dinamai 'Angkatan Darat Kerajaan'.
     Semua perempuan ditembak mati – padahal kami datang dari negara demokratis.
     Semua anak ditembak mati – padahal kami mengakunya tentara yang kristiani
                                                                                       Pekan adven 1947                

Sekarang aku siang malam teringat Rawa Gedeh, dan itu membuat kepalaku sakit dan air mataku terasa membakar mata, terutama kalau aku teringat anak-anak yang tangannya masih terlalu pendek untuk melipat tangan di belakang leher, dan mata mereka terbelalak, ketakutan dan tak faham.

        Aku tidak bisa menyebut namaku, karena informasi ini tidak disukai kalangan tertentu.

Tapi mungkin dari Wamel, justru dari Wamel, akan muncul inisiatif.
Aku tidak tahu bagaimana.

                                                                                       Parsifal

*Wamel merupakan sebuah desa di propinsi Gerderland, Belanda Timur. Desa ini pada tanggal 20 September 1944 diserbu tentara Jerman. 14 warga sipil tewas dibunuh secara keji oleh tentara Jerman. Sekarang di sana dibangun monumen peringatan. Uniknya di antara nama-nama yang tercantum pada monumen, terdapat satu nama satu korban kekejaman perang di Hindia Belanda.
 

 

  • Surat Anonim Dari Pembantai Rawagede<br>&copy; Foto: KUKB - www.kukb.nl

Diskusi

brudi 19 September 2011 - 6:33am

Ternyata masih ada yang terenyuh dengan kekejaman perang masa lalu, rahasia kekejian di Rawa gede tidak dapat disimpan lama rasa kemanusian dan nurani yg mendorong manusia berbicara yang sebenarnya. Salut masih ada orang yang mau memperjuangkan derita mereka.. dibandingkan dengan peristiwa '65,dimana tidak ada yang berjiwa besar dan berhati nurani maju mengakui kekhilafan/kesalahannya, padahal sejelek2nya mereka adalah bangsa sendiri yg turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Perlu waktu memang untuk membuat kesadaran mengakui kesalahan/kekeliruan di masa lalu.

joko wahyudi 19 September 2011 - 8:15am / indonesia

terlalu lama kita terjajah, sampai hati nurani kita ikut mati rasa

Antex 18 September 2011 - 2:45am / Indonesia

Bagi generasi sekarang, kalau anda ingin tahu ciri-ciri antek Belanda di jaman merebut kemerdekaan, ya seperti si Handoyo ini !!!

Handoyo 17 September 2011 - 6:30pm

Kan yang saya tulis itu, semuanya benar. dan bukankah seharusnya begitu jalannya. tapi bukan saya disuguhi tantangan yang membingungkan, karena itu bukan urusan dan salahku, tetapi salahnya babe babe kita di tingkat atas sono. Sayakan tidak perlu disalahkan atau diberikan tanggung jawab, tetapi para mentri dan kabinetlah yang seharusnya merobah semua sikap dan pandangan kolotnya itu. Gajinya saja sudah setumpuk perbulan belum lagi intensip dan lembur serta rapat rapat segala, jadi itulah yang seharusnya mereka sadari dan kerjakan. terlebih lagi kepada TNI yang menduduki kursi DPR dan MPR di Senayan itu. Mereka itu yang harus ikut membaharui semua tindakan dan perbuatannya terlebih lagi menyelesaikan kasus Tanjung Priok itu. Jadi pemerintah kitalah yang dipusat itu haruslah dari sekarang sadar dan mulailah memperbaiki diri. jangan cuma main tangkap rakyat pada hal kesalahannya adalah karena konsep kerjanya pemerintah pusat yang salah dan macet manisa.

Handoyo 17 September 2011 - 6:30pm

Kan yang saya tulis itu, semuanya benar. dan bukankah seharusnya begitu jalannya. tapi bukan saya disuguhi tantangan yang membingungkan, karena itu bukan urusan dan salahku, tetapi salahnya babe babe kita di tingkat atas sono. Sayakan tidak perlu disalahkan atau diberikan tanggung jawab, tetapi para mentri dan kabinetlah yang seharusnya merobah semua sikap dan pandangan kolotnya itu. Gajinya saja sudah setumpuk perbulan belum lagi intensip dan lembur serta rapat rapat segala, jadi itulah yang seharusnya mereka sadari dan kerjakan. terlebih lagi kepada TNI yang menduduki kursi DPR dan MPR di Senayan itu. Mereka itu yang harus ikut membaharui semua tindakan dan perbuatannya terlebih lagi menyelesaikan kasus Tanjung Priok itu. Jadi pemerintah kitalah yang dipusat itu haruslah dari sekarang sadar dan mulailah memperbaiki diri. jangan cuma main tangkap rakyat pada hal kesalahannya adalah karena konsep kerjanya pemerintah pusat yang salah dan macet manisa.

satrio piningit 16 September 2011 - 5:07am / indonesia

bener banget mbahpur jangan cuma dibicarakan. tapi harus bekerja. krn orang indonesia bisanya cuma kita bicarakan tapi ga mau memulai kerja.

Handoyo 13 September 2011 - 5:43pm

Nah, kalau mau adil dan benar, marilah kita semua sama sama adil dan benar. jadi bukan saja di Rawagede, tetapi di Bali, Lombok, Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Sumatera, dan juga sebaliknya, pemerintah Indonesia di Jakarta harus juga jujur terhadap berbagai pembunuhan terhadap Belanda dan bangsa maluku, Indo, Papua, oleh TNI dan POLRI selama ini. Agar jadilah tenang dan jernih semua persoalannya. Oke? Pemerintah Indonesia juga haruslah jujur dan mengaku semua kejahatannya selama ini kepada semua orang yang dijadikan Indonesia secara paksa dan initimidasi TNI dan POLRI. Setuju? kalau setuju dan marilah kita bicarakan.

mbahpur 14 September 2011 - 1:57pm / Indonesia

Silahkan saja mas Handoyo, jika anda juga bersedia untuk repot repot kesana kemari cari data2..
Saya yakin, rekan2 dari yayasan KUKB di Belanda banyak mengeluarkan waktu tenaga pikiran dan dana untuk ngurusi semua2 itu..

Munculnya kasus Rawagede di media media kan tidak datang begitu saja?? Ayo saja silahkan, bagi teman2 yang lain, silahkan luruskan sejarah..

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...