Waingapu Sumba Timur merayakan ulang tahun ke 52 dengan meriah. Termasuk baca puisi semalam suntuk. Untuk kali pertama rakyat dilibatkan langsung memeriahkan pesta.
Menurut Heinrich Dengi, direktur Radio MAX Fm di Waingapu baca puisi marathon ini ditujukan sebagai cara untuk mengajak kaum muda dan masyarakat agar menyukai budaya menulis dan cinta daerah. Acara ini digagas berbagai lapisan."Komunitas Hambila terdiri dari Radio MAX FM, penulis, wartawan, pemuda gereja dan berbagai elemen masyarakat."
Sebulan Penuh
Peringatan ulang tahun Sumba Timur ini berkarakter dari rakyat untuk rakyat. "Perayaan tahun 2010 ini berbeda dengan biasanya. Karena sebelum ini peringatan ultah Sumba Timur berlalu begitu saja, karena tidak menarik bagi masyarakat," kata Heinrich. Peringatan dimulai sudah sejak 18 November dengan berbagai lomba, diantaranya menulis esay dan lainnya.
Sumba Pinggir
Puncak perayaan HUT Sumba Timur 20 Desember dan diisi dengan peluncuran buku "Bupati Sumba Pinggir." "Buku ini berisikan kehidupan masyarakat Sumba Timur di mata penulis.Penulisannya ringan dan santai, tanpa melupakan topik penting. Buku ini akan dipersembahkan pada puncak acara." Persembahan buku ini diharapkan bisa meningkatkan minat baca tulis kaum muda di Sumba Timur.
MAX FM Talk Show
Radio MAX FM terlibat aktif pada perayaan ulang tahun ini. "Lewat acara Talk Show, kami
mendatangkan para mantan Bupati Sumtim (Sumba Timur) 1970 dan 80an dr. Lapamuku. Mengenai
kondisi wilayah itu empat puluhan tahun silam. Dan mantan bupati Drs. Lukas Mbadi Kaborang."
Tujuan mengundang pemimpin lama untuk memberi bekal generasi muda tentang situasi daerah, di masa silam. "Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak muda, bagaimana pembangunan di zaman dahulu dan buah tangannya yang bisa kita saksikan sampai sekarang."
Siarang Langsung
Bebas dan Pembacaan puisi semalam suntuk di Taman Kota dibacakan berbagai tokoh seni dan pujangga lokal dan nasional. "Di lapangan terbuka kami menggelar acara baca puisi. Kami sengaja tida menyediakan tempat duduk, dan penonton bisa bebas berdiri atau duduk di rumput. Beberapa pujangga hadir membacakan puisi, baik secara langsung maupun lewat telepon." Acara ini disiarkan langsung di MAX FM di 96,9 FM.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.