Himpun seniman dalam sebuah bangunan besar dan biarkan mereka berkarya. Amsterdam merangsang seniman dalam apa yang disebut broedplaatsen atau tempat pembibitan, dengan harapan para seniman akan menjawabnya dengan memperindah kota.
Sebuah ruang besar bekas pabrik di Amsterdam Utara. Ini bekas galangan kapal NDSM, walau begitu di sana masih terlihat juga orang yang bekerja. Pada hari publik, ribuan pengunjung mendatangi galeri seniman-seniman yang sekarang aktif di sana. Para tuan dan nyonya rumah mementaskan hal-hal yang menarik pengunjung, termasuk pementasan musik, pingpong, pamera dan bagi-bagi penganan.
Tukang potret
Yang mencolok pada galeri Gusta van Eijk adalah foto-foto yang berwarna tajam. Kalau diperhatikan seksama, itu ternyata adalah kursi pantai dari zaman dulu.
Gusta van Eijk: Foto-foto itu bikinan saya sendiri. Saya memang punya latar belakang fotografi, tapi tidak mau jadi tukang potret. Bersama suami, saya beli suku cadang untuk membuat seribu kursi pantai. Gagasan kami adalah mencetak foto pada bahan kursi pantai itu. Saya juga membuat perhiasan dan hal lain dari bahan sintetis. Pokoknya tiap tahun belajar teknik baru.
Gusta van Eijk adalah salah satu dari sekian banyak seniman yang membangun studio di NDSM. Di bekas ruang pabrik yang begitu besar itu sekarang terdapat 200 studio seniman. Sebenarnya dengan dua tingkat, NDSM bisa menampung sampai 400 studio seniman. Suasananya luar biasa, kata Gusta van Eijk.
Makan bersama
Gusta van Eijk: Kalau pintu studio saya tutup, maka saya bisa terus bekerja. Tapi di luar studio ini masih ada seniman dengan gagasan jenius. Kita saling belajar. Ini menyenangkan bagi saya. Tiap hari kita makan bersama. Sebelum ini selama enam tahun saya bekerja di rumah. Tapi di sini jelas lebih baik, sangat inspiratif.
Di Amsterdam, bangunan bersama untuk para seniman dimulai sekitar 30 tahun silam, pada zaman para krakers, yaitu orang yang menyerobot rumah orang lain karena lama dibiarkan kosong. 30 tahun silam di Amsterdam memang banyak orang yang tidak bisa tinggal di rumah yang layak.
Akibatnya para seniman tidak bisa punya studio sendiri. Mereka menyerobot sekolah-sekolah, perkantoran atau rumah sakit yang kosong. Demikian pula bangunan galangan kapal NDSM yang sudah bangkrut. Dengan menyerobot bangunan kosong mereka tidak perlu membayar sewa.
Pembibitan seniman
Biaya sewa tempat pembibitan seniman zaman sekarang tetap lebih murah dari biaya sewa rumah pada umumnya. Jelas ini menguntungkan para seniman.
Menariknya, tempat pembibitan yang bebas itu tidak hanya inspiratif bagi para seniman tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Apalagi kalau itu adalah bilangan kota yang menjadi miskin dan terbelakang karena ditinggal para penghuninya, seperti terlihat di kota manapun di dunia.
Berkat tempat pembibitan seniman dan pengrajin, bilangan itu bisa hidup kembali. Itu merupakan salah satu alasan kenapa pemerintah Amsterdam membuat beleid khusus untuk merangsang tempat pembibitan seniman.
Jaap Schoufour adalah kepala dinas tempat pembibitan, salah satu instansi pemerintah kota Amterdam.
Jaap Schoufour: Sampai sekarang terdapat sekitar 40 tempat pembibitan di seluruh kota yang melibatkan kami. Kami dorong sekelompok seniman dan pengrajin yang punya gagasan bagus dan kreatif untuk membentuk tempat pembibitan.
Tujuannya supaya mereka tahu apa artinya memiliki dan mengelola bangunan seperti ini. Secara bersama mereka sewa bangunan itu, kadang-kadang mereka harus menegur sesama seniman yang tidak membayar sewa. Orang harus belajar. Kami berupaya supaya mereka bisa mewujudkan impian.
Laboratorium seniman
Sejak tahun 2000, dinas tempat pembibitan Amterdam sudah memompakan dana samapi 42 juta euro dalam tempat pembibitan ini. Sebagian dananya dihabiskan untuk merenovasi bangunan lama, juga supaya bangunan itu tetap aman. Baru sesudah itu orang bisa bekerja di sana.
Jaap Schoufour: Dengan begitu kami beri ruangan kepada kawula muda kreatif. Ruang untuk bakat mereka. Bagi kami kota itu laksana laboratorium bagi seniman yang berhasil dalam tempat pendidikan seni kami. Tetapi tempat pembibitan itu juga punya peran penting di lingkungannya, karena banyak orang bisa menggunakannya.
Dari pelbagai kota Eropa berdatangan amtenar atau PNS ke Amsterdam untuk mengamati tempat pembibitan seniman ini. Mereka tertarik, tetapi menurut Jaap Schoufour, banyak salah paham di kalangan orang asing itu.
Sebersih-bersihnya
Jaap Schoufour: Di Barcelona, Madrid atau Istambul saya lihat tempat pembibitan ini dijalankan dari atas ke bawah dengan begitu banyak uang negara yang dipompakan. Tentu saja itu tidak akan jalan. Kita harus melibatkan para pengguna, biarkan saja mereka menentukan apa yang ingin mereka lakukan. Yang kami pilih adalah kebebasan sebanyak mungkin, baru sesudah itu muncul keragaman. Inilah kualitas inti Amsterdam.
Para seniman di tempat pembibitan NDSM masih menghadapi masalah dengan para amtenar koperasi bangunan. Berkat tempat pembibitan ini harga tanah di sekitarnya meningkat, dan ini menarik kontraktor bangunan. Bagaimana para seniman menyikapinya?
Gusta van Eijk: Tentu saja kita harus mengatur hal-hal tertentu dengan baik. Tetapi tempat semacam ini juga jangan sampai dibersihkan sebersih-bersihnya. Yang penting adalah menghidupkannya. Bagi kami kekuatan datang dari dalam, bukan dari luar. Itulah yang diperlukan supaya bisa benar-benar hidup.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.