Seorang pria Belanda yang punya ideologi ekstrem-kanan menuntut agar sperma yang didonorkannya hanya boleh diberikan kepada perempuan berkulit putih. Permintaan ini dikabulkan oleh dua klinik kesuburan di Belanda. Lewat situs internet, pria Belanda ini mengatakan, ia melakukan hal itu berdasarkan motif-motif rasistis.
Uitgesproken, salah satu acara aktualitas di televisi Belanda, memberitakan, dua klinik kesuburan memenuhi tuntutan yang diajukan sang pria, Patrick de Bruin. Dalam situs internet yang sering dikunjungi pendukung Neo-Nazi, De Bruin mengatakan, dengan spermanya ia ingin "memperkuat ras Aria."
Situs yang digunakannya untuk menyebarkan propaganda pro-Nazi itu diperhatikan secara detail oleh Jan van Beek, yang tergabung dalam kelompok penyelidik Kafka. Menurutnya, dengan cara ini De Bruin mencoba membangkitkan kembali proyek Lebensborn-nya Nazi. Lebensborn adalah yayasan pemerintah yang didirikan Nazi-Jerman yang bertujuan untuk menambah jumlah bayi yang dilahirkan. Bayi-bayi itu harus punya darah Aria murni.
Perempuan Aria
Lebensborn adalah yayasan yang didirikan SS, salah satu organ partai Nazi. Mereka bertujuan mempertemukan pria-pria yang aktif di SS - kebanyakan orang yang aktif di SS adalah pria - dengan pasangan perempuan yang tepat dan berdarah Aria. Perempuan-perempuan ini kemudian dihamili agar bisa melahirkan bayi di klinik-klinik khusus. Di klinik yang sama mereka juga diberi kesempatan untuk membesarkan bayi-bayi tersebut. Dengan cara ini Nazi mencoba menciptakan ras Aria yang besar dan kuat. Patrick de Bruin menyamakan proyeknya di bank sperma dengan proyek ini.
Tuntutan De Bruin dipenuhi oleh dua klinik di Belanda. Henk Ruis, direktur Pusat Kesehatan Geertgen di Elsendorp, Brabant Utara, menyatakan, ia menghormati hak pemberi sperma. "Tiap donor berhak mengajukan persyaratan khusus." Sebagai contoh, ada donor yang tidak mau spermanya diberikan kepada pasangan homoseksual atau orang yang tidak menikah.
Dalam prakteknya, menurut Ruis, belum pernah ada pria yang hanya mau memberikan sperma kepada perempuan berkulit putih. Ditambahkan, ia sedang mempertimbangkan untuk menolak permintaan yang diajukan pria Neo-Nazi ini.
Tolak
Permintaan De Bruin ditolak RS Pusat Amsterdam AMC. Sjoerd Repping, kepala laboratorium fertilitas AMC menerangkan:
"Salah satu staf kami selalu melakukan pembicaraan awal dengan para donor. Dalam pembicaraan, pria ini ingin membatasi siapa yang boleh menggunakan sperma sumbangannya. Ia hanya mau memberikan spermanya kepada perempuan kulit putih. Kami mengatakan bahwa proses 'penyocokan' hanya dilakukan berdasarkan keinginan pasien. Kami tidak bisa memenuhi keinginan apa pun yang berkaitan dengan penggunaan spermanya."
Persatuan orang-orang yang punya masalah kesuburan, Freya, terkejut mendengar berita bahwa Neo-Nazi menyalahgunakan bank-bank sperma. Hanneke Nusselder, ketua Freya, menyatakan:
"Saya sangat terkejut. Saya bisa membayangkan, mereka yang tergantung dari bank sperma untuk mendapatkan anak, pasti juga terkejut dan khawatir mendengar berita ini."
Ayah Biologis
Nusselder mengatakan, calon-calon orangtua bisa khawatir jika anaknya nanti sudah besar dan mungkin mencari asal-asul dirinya, misalnya mencari tahu siapa ayah biologisnya, mereka bisa terkejut bila diberitahu bahwa sang ayah seorang Neo-Nazi. Seorang anak yang mendengar bahwa ia dilahirkan dengan alasan-alasan ekstrem, bisa menderita tekanan psikologis yang besar.
Persatuan Inseminasi Buatan Belanda-Belgia ingin menyelidiki apakah pemerintah bisa menyesuaikan aturan untuk donor sperma.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.