Sitor Situmorang, sastrawan Indonesia yang bermukim di Belanda, dan Daoed Joesoef menolak Penghargaan Ahmad Bakrie 2010. Kabar penolakan itu disampaikan oleh direktur eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng sebagai lembaga pemberi penghargaan.
Sebelumnya sudah ada dua tokoh masyarakat lain yang juga menolak penghargaan, yaitu Romo Franz Magnis Suseno dan Goenawan Mohamad. Mereka tidak setuju sikap dan pilihan Aburizal Bakrie sebagai pejabat pemerintah yang juga pebisnis, termasuk dalam kasus lumpur panas Lapindo.
Penghargaan Ahmad Bakrie tahun ini merupakan yang kedelapan. Penghargaan diberikan oleh Freedom Institute dengan dukungan perusahaan media milik grup Bakrie. Selain Sitor di bidang sastra dan Daoed Joesoef di bidang pemikiran sosial, tiga penerima penghargaan dan uang Rp 250 juta itu adalah Daniel Murdiyarso untuk bidang ilmu pengetahuan, Sjamsoeoed Sadjad dalam bidang teknologi, dan S.Yati Soenarto di bidang kedokteran. Mereka dinilai sebagai pejuang yang berdedikasi tinggi di bidangnya.
Peneliti lingkungan Daniel Murdiyarso memutuskan menerima penghargaan itu. Sementara Sitor Situmorang menolak berkomentar tentang penolakannya. Demikian ditandaskan lewat telpon kepada Radio Nederland Wereldomroep.






















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.