Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Kamis 20 Juni  
Avatar Belinda van Steijn
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Sistem Tempat Kerja Fleksibel Makin Populer

Diterbitkan : 29 Mei 2012 - 1:09pm | Oleh Belinda van Steijn (Foto: Belinda van Steijn)
Diarsip dalam:

Sistem tempat bekerja fleksibel ada di mana-mana di Belanda. Dengan bertambah banyaknya warga Belanda yang membuka perusahaan sendiri, sistem tempat kerja fleksibel banyak diminati. Reporter Belinda van Steijn mencari tempat bekerja yang ideal untuk menulis artikel ini. Kriterianya: tidak begitu jauh dari stasiun, ada sambungan listrik, wifi, menyenangkan, tidak terlalu bising dan ada kopi enak. 

Tiap hari saya bepergian dari rumah di Nieuw-Vennep ke Hilversum. Di dekat rumah saya ada sebuah pojok yang dijadikan tempat bekerja fleksibel. Dengan membayar 4 euro per hari saya bisa menyewa sebuah ruangan yang dilengkapi meja dan kursi, lemari es dan toilet. Pemiliknya memanfaatkan ruang kosong yang dimilikinya untuk berbisnis.

Hotel dan restoran
Di perjalanan menuju stasiun saya mampir di si satu-satunya hotel di desa saya: Best Western. Terasnya menggiurkan. Saya memutuskan untuk melakukan ujicoba. Tapi sambungan listrik hanya ada di dalam. Di luar tidak ada. Untung batere komputer saya masih kuat. Sambil minum kopi, di bawah sinar matahari, saya pun mulai menulis alinea-alinea pertama artikel ini. Ada tiga orang tamu lain yang sibuk membuat gambar bangunan. "Kami sering di sini. Kami berupaya sambil bekerja dan bersenang-senang," kata salah satu dari mereka.

Kemudian saya naik kereta api ke bandara Schiphol. Sebagai bandara yang bagus, Schiphol memiliki sejumlah besar tempat bekerja fleksibel. Saya bisa memilih salah satu restoran, lobby hotel atau pojok komputer, tempat orang bisa menyewa alat tersebut. Di pojok itu hanya terlihat laki-laki berstelan jas kelabu.
 
Business center mewah
Saya pun memilih untuk berjalan kaki ke WTC business center. Di gedung yang berdinding kaca itu terdapat ruangan-ruangan mewah yang bisa disewa tetap atau secara insidentil. Hampir di tiap ruangan ada meja terbuat dari kayu yang indah, computer, tanaman dan kopi. Semuanya ditempati terutama oleh orang asing. 

Saya memilih tempat internet tenang di sebuah aula. Di tempat yang nyaman ini saya melanjutkan penulisan artikel. Tapi saya tidak lama bertahan. Ternyata kurang menyenangkan. Memang tempat itu tidak begitu mewah.

Perpustakaan umum
Di Stasiun Pusat, Amsterdam, perpustakaan  umum menjadi tempat favorit unguk para pekerja fleksibel. Untuk ke sana saya harus berjalan sepuluh menit. Tapi tempatnya lumayan. Di sana ada meja panjang di sepanjang birai dengan sarana listrik dan komputer. Kita bisa juga menggunakan laptop.

Dari tempat bekerja itu saya bisa melihat ke dalam perpustakaan. Di sana ada puluhan orang yang mencari tempat bekerja dan belajar. Ada yang mengenakan headphone, ada juga yang berbicara pelan-pelan dan menelpon. Enaknya di sana banyak buku dan majalah. Kalau lapar atau haus, kita bisa ke restoran yang tidak jauh dari sana.  

Perpustakaan umum bukanlah tempat untuk melakukan pembicaraan bisnis. Tapi kita bisa memasang komputer tanpa minta izin. Ternyata saya harus memiliki password untuk bisa menggunakan internet di sana. Karena tidak berminat menjadi anggota, saya gunakan saja smartphone saya.

Tempat nongkrong
Tempat terbaik yang saya temukan di perjalanan saya adalah Seats2meet di stasiun Naarden-Bussum. Seats2meet ini ada di beberapa kota lain di Belanda dan mau mengembangkan sayapnya ke luar negeri antara lain di Uganda dan Jepang. Aksesnya gampang, karena tanpa memesan tempat lebih dahulu dan gratis serta ada fasilitas internet. Sebagai imbalan, kita diminta membagi pengetahuan dengan para pengunjung Seats2meet yang lain.

Kadang-kadang ada pebisnis asing juga menggunakan ruangan itu. "Tahun lalu ada rombongan orang Jepang ke sini," kata seorang karyawan. Dengan sistem sharing pengetahuan itu, pemilik Seats2meet ingin membangun social community. Malah kita bisa menemukan kontak bisnis atau kontak sosial. Melalui sebuah website kita bisa memesan tempat dan melihat berapa banyak pengunjung di sana dan siapa mereka.

Membangun box kaca
Banyak organisasi yang menawarkan tempat bekerja dengan cara ini. Misalnya Station2station. Orang bahkan bisa berlangganan di sana.

Office Operators misalnya menawarkan ruang kantor atau meeting di gedung mewah Transpolisgebouw di Hoofddorp. Malah kita bisa menyewa kantor yang ditata sangat mewah.  Tanpa gangguan suara di sekitar. Tapi saya bakal merasa menjadi tontonan, kalau berada di box kaca seperti itu.  

Di Seats2meet saya menyelesaikan artikel ini. Kemudian saya naik kereta api menuju Radio Nederland di Hilversum, tujuan akhir saya.

Sistem kerja fleksibel populer di Belanda, bukan saja bagi perusahaan tapi juga buat para karyawan. Selain di tempat kerja atau di rumah, orang juga ingin bekerja atau meeting di luar kantor. Mereka melakukanya di cafe, lobi hotel, perpustakaan, bandara bahkan stasiun kereta api. Tempat-tempat dengan  fasilitas yang dibutuhkan seperti sambungan listrik dan internet serta ruangan seperti di kantor yang sesungguhnya, bermunculan seperti jamur. Tempat-tempat tersebut bahkan sudah dipublikasikan di berbagai situs di internet.

Seiring dengan merebaknya krisis ekonomi, tingkat pengangguran di Belanda meningkat. Sebagaian besar di antara mereka memutar haluan menjadi pengusaha mandiri. Menurut Biro Pusat Statistik Belanda, pada tahun 2011 ada sekitar 700 ribu pengusaha tanpa karyawan. Para pengusaha itu tidak saja bekerja di rumah. Mereka juga melakukan perjalanan mencari tempat kerja yang nyaman sekaligus bisa bertemu dengan rekan bisnis mereka.

Para pengusaha yang sering membuat janji kadang memilih tempat di wilayah pusat, sehingga mereka tidak usah jauh-jauh pergi. Mereka tidak saja membanjiri hotel dan restoran tapi juga datang ke tempat pertemuan khusus atau lokasi rapat.

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...